Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 28 Feb 2026 22:17 WIB

Distan Banjar: Populasi Kerbau Merosot, Tersisa 560 Ekor


 Distan Banjar: Populasi Kerbau Merosot, Tersisa 560 Ekor Perbesar

Martapura, Ricek.ID Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar mencatat tren penurunan populasi kerbau setiap tahunnya. Berdasarkan data Triwulan IV Tahun 2025, jumlah kerbau di wilayah ini kini hanya tersisa 560 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar, drh. Lulu Vila Vardi, mengungkapkan bahwa lambatnya laju reproduksi menjadi pemicu utama. Berbeda dengan sapi, kerbau memiliki siklus kelahiran yang jauh lebih lama.

“Sistem reproduksi kerbau memang lebih lambat, biasanya hanya melahirkan dua sampai tiga tahun sekali. Akibatnya, pertumbuhan populasi tidak bisa secepat sapi,” ujar Lulu, Sabtu (28/2/2026).

Faktor Lingkungan dan Peralihan Ternak

Selain faktor biologis, menyusutnya habitat alami juga memperparah kondisi ini. Lahan rawa yang selama ini menjadi tempat hidup kerbau mulai beralih fungsi untuk kepentingan lain.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya peternak yang memilih pindah ke budidaya sapi karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

“Daya dukung lingkungan berubah. Sebagian masyarakat juga beralih ke ternak lain yang lebih cepat berkembang, sehingga populasi kerbau terus menurun,” imbuhnya.

Pemetaan Wilayah dan Pasar

Saat ini, populasi kerbau di Kabupaten Banjar hanya terpusat di tiga titik utama. Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Asep Yusup Nugraha Siliwandi, merincikan sebaran tersebut:

• Cintapuri Darussalam: 416 ekor (dominasi kerbau rawa).
• Aranio: 111 ekor (dominasi kerbau sungai/danau).
• Sungai Pinang: 33 ekor.

Meski masih eksis, kerbau belum menjadi komoditas utama di pasar lokal. Perannya masih sebatas pelengkap atau alternatif bagi konsumen.

“Kerbau sifatnya melengkapi. Biasanya baru dicari dan dipotong untuk memenuhi kebutuhan pasar jika stok sapi sedang terbatas,” tutup Asep.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Warga Selamatkan Sisa Harta dari Puing Rumah Usai Kebakaran di Desa Mali-Mali

26 Juni 2026 - 18:57 WIB

Kabupaten Banjar Gagal Raih Juara Umum Keempat Kali, Kota Banjarmasin Jadi Pemenang MTQ XXXVII Kalsel

26 Juni 2026 - 18:20 WIB

Kemenhut & Pemkab Banjar Gelar FGD Perhutanan Sosial, Dorong Pengembangan Kawasan Hutan & Pedesaan

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Kabupaten Banjar Siapkan Langkah Cepat Antisipasi Karhutla Saat Kemarau Ekstrem

25 Juni 2026 - 17:46 WIB

Tembus 411,4 Miliar, Pemkab Banjar Beberkan Faktor Pendorong Peningkatan PAD

25 Juni 2026 - 17:43 WIB

Perkuat Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, BPBD Banjar Gulirkan Program SEPIDARMAN

25 Juni 2026 - 17:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL