Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 11 Agu 2026 16:57 WIB

BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia


 BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Hal ini diakibatkan jalur lintasan gerhana yang tidak melewati wilayah Nusantara dan fase fenomena tersebut berlangsung saat Indonesia berada pada malam hari.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu dalam keterangan BMKG pada Senin (10/8/2026) mengatakan masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena astronomis tersebut dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA.

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu.

Menurut BMKG, masyarakat di kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara menjadi wilayah yang berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung.

Fenomena gerhana dimulai pada fase Gerhana Matahari Sebagian (P1) pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB. Selanjutnya, fase Gerhana Matahari Total di lokasi awal (U1) berlangsung pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026. Keseluruhan proses gerhana berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru. Pada puncaknya, piringan Bulan menutupi piringan Matahari secara utuh dari sudut pandang Bumi.

Wilayah yang berada dalam jalur bayangan inti atau umbra dapat mengalami perubahan suasana siang menjadi gelap selama beberapa saat. Sementara wilayah yang hanya dilintasi bayangan samar atau penumbra akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pengamatan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung. Pengamatan harus menggunakan kacamata khusus berfilter Matahari untuk menjaga keselamatan mata.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

20 September 2026 - 18:10 WIB

Kebakaran di Desa Panggung Tanah Laut, Teras dan Gudang Ludes

20 September 2026 - 17:54 WIB

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

18 September 2026 - 19:33 WIB

Kecelakaan Tragis di Jorong, 5 Orang Korban Luka-luka Dievakuasi ke IGD

17 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di HEADLINE