Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) perkuat langkah pengendalian inflasi dengan menggelar pasar murah kolaborasi bersama TP PKK Provinsi Kalsel di Siring Laut, Kabupaten Kotabaru pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Oktober 2026, ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi bentuk intervensi pemerintah terhadap tekanan harga di daerah.
Gubernur Kalsel Muhidin bersama Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah Muhidin dan jajaran pejabat terkait meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut. Kehadiran pemerintah provinsi memastikan intervensi harga tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan mengatakan, Kotabaru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi karena sejumlah kebutuhan bahan pokok memiliki harga relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
“Ini kegiatan pasar murah dalam rangka intervensi inflasi. Kabupaten Kotabaru termasuk daerah yang terkena imbas inflasi, sehingga beberapa kebutuhan bahan pokok memang lebih mahal,” ujarnya.
Menurut Bagiawan, Disdag Kalsel membawa sejumlah komoditas strategis untuk dijual dengan harga lebih terjangkau. Minyak goreng disediakan seharga Rp15.000 per liter, sedangkan gula pasir Rp18.000 per kilogram.

Selain minyak goreng dan gula pasir, pasar murah juga menyediakan teh, tepung serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Intervensi tersebut diperkuat dengan dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel yang menyediakan ikan patin bagi masyarakat.
“Pemerintah juga menggandeng distributor untuk menyediakan komoditas telur dan ayam. Kolaborasi lintas perangkat daerah dan pelaku distribusi ini ditujukan untuk memperluas pilihan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga,” ujarnya
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga Kotabaru memanfaatkan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih ringan.
Bagiawan menegaskan, pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari arahan Gubernur Kalsel Muhidin untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dengan TP PKK dalam menghadirkan intervensi yang langsung dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, sejak pagi masyarakat sudah banyak yang berbelanja. Ini sesuai arahan Pak Gubernur untuk berkolaborasi dengan PKK,” katanya.
Pelayanan pasar murah dilakukan secara langsung tanpa sistem kupon. Masyarakat cukup datang, memilih barang yang dibutuhkan, melakukan pembayaran secara tunai, kemudian membawa pulang barang belanjaannya.
Pasar murah di Siring Laut Kotabaru tersebut akan berlangsung hingga Kamis (8/10/2026), dengan pemerintah provinsi berharap intervensi ini dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah upaya pengendalian inflasi daerah.
Sumber : MC Kalsel













