Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat transformasi Posyandu agar tidak berhenti sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi berkembang menjadi ujung tombak pelayanan dasar yang terintegrasi.
Penguatan tersebut dilakukan melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel Fathul Jannah Muhidin saat melakukan keunjungan ke para kader Posyandu di eks Cafe Siring Laut, Kabupaten Kotabaru pada Rabu (7/10/2026).
“Oleh karena itu, pentingnya pemahaman dan keterlibatan kader dalam menjalankan enam SPM tersebut,” katanya.

Menurut Fathul Jannah, perluasan fungsi Posyandu merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan konsep tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti melalui Posyandu.
“Dengan Posyandu 6 SPM ini, pelayanan Posyandu tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ujarnya.
Fathul Jannah menekankan, keberhasilan implementasi 6 SPM sangat bergantung pada sinergi pemerintah, kader Posyandu dan masyarakat. Karena itu, sosialisasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman, tetapi juga memastikan program dapat diterjemahkan menjadi pelayanan nyata di tingkat desa dan kelurahan.
“Karena itu, sosialisasi dan diskusi perlu terus dilakukan agar penerapan 6 SPM dapat berjalan baik dan tidak hanya dipahami oleh pelaksana Posyandu, tetapi juga masyarakat,” katanya.

Penguatan enam layanan dasar tersebut turut diwujudkan melalui berbagai intervensi lintas sektor di Kotabaru. Pada sektor pendidikan, disalurkan bantuan buku untuk Posyandu sekaligus pembinaan perpustakaan desa oleh Dinas Perpustakaan.
Sektor kesehatan diperkuat melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil. Sementara bidang sosial mendapat dukungan berupa bantuan paket sembako bagi masyarakat.
Pada sektor perumahan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalsel memberikan bantuan bibit tanaman. Dukungan penghijauan dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga juga diperkuat melalui bantuan tanaman obat dan sayuran dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Sementara itu, aspek ketenteraman dan ketertiban umum diperkuat Satpol PP dan Damkar melalui edukasi penanganan kebakaran serta penyerahan 30 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ukuran 3 kilogram.
Dari sektor pekerjaan umum, Dinas PUPR Kalsel turut memberikan dukungan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bukan jaringan perpipaan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar air minum.
Fathul Jannah juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Kotabaru terhadap rangkaian kunjungan Tim Pembina Posyandu, Tim Bunda PAUD dan TP PKK Provinsi Kalsel. Menurutnya, kunjungan langsung ke daerah menjadi momentum memperkuat koordinasi sekaligus memastikan program pemerintah dapat diterima masyarakat.
Ia berharap sinergi lintas sektor tersebut terus berlanjut sehingga 10 Program Pokok PKK, Posyandu 6 SPM, serta program literasi dan pendidikan anak dapat berjalan semakin optimal hingga tingkat desa.
Melalui penguatan 6 SPM, Pemprov Kalsel menempatkan Posyandu sebagai simpul pelayanan masyarakat yang mampu menghubungkan berbagai kebutuhan dasar secara lebih cepat, terintegrasi dan dekat dengan warga.
Untuk diketahui juga kegiatan dirangkai dengan sejumlah layanan dan intervensi lintas sektor. Di antaranya kegiatan parenting, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, hingga layanan administrasi kependudukan.
Sumber : MC Kalsel













