Ricek.ID – Polres Banjar salurkan bantuan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar pada Jumat (9/10/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi cuaca kering berkepanjangan. Selain melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Banjar juga berupaya membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Boni, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk BPBD Kabupaten Banjar, untuk mendata wilayah yang terdampak kekeringan. Pendataan tersebut dilakukan melalui posko agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadi selain karhutla, kita juga ada kekeringan. Kemarin bersama rekan-rekan pemerintah, terutama BPBD, sudah mendata wilayah-wilayah yang terdampak. Saat ini kita melakukan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga,” ujarnya.
Dalam kegiatan di Desa Indrasari, Polres Banjar mengerahkan dua unit mobil tangki dengan total kapasitas 10.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga, khususnya rumah tangga yang kesulitan memperoleh pasokan air selama musim kemarau.

Boni menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 16 lokasi yang menjadi perhatian untuk penyaluran bantuan air bersih. Pendistribusian selanjutnya akan dilakukan secara bergiliran ke desa-desa lain di kecamatan yang terdampak.
“Kita jadwalkan terus secara bergantian. Kita akan datang ke desa-desa lain di kecamatan lain yang membutuhkan bantuan,” katanya.
Selain penyaluran langsung, Polres Banjar juga mempertimbangkan usulan warga agar tersedia tempat penampungan air atau tandon di wilayah yang mengalami kekeringan. Usulan tersebut akan dievaluasi bersama BPBD untuk menentukan lokasi yang membutuhkan fasilitas penampungan.
Menurut Boni, apabila penempatan tandon dapat direalisasikan, pengisian air nantinya akan dijadwalkan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat memiliki tempat untuk menampung air dan dapat mengaksesnya sesuai kebutuhan.
“Kita akan evaluasi bersama rekan-rekan posko di BPBD untuk lokasi-lokasi desa yang terdampak kekeringan. Nanti akan kita usulkan penempatan tandon-tandon, kemudian pengisiannya dijadwalkan,” jelasnya.
Kegiatan sosial tersebut juga melibatkan Bhayangkari Cabang Banjar. Selain membantu penyaluran air bersih, Bhayangkari turut membagikan bantuan sembako kepada warga serta memberikan vitamin kepada anak-anak.
Boni menegaskan, kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk perhatian Polres Banjar terhadap masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau. Upaya penanganan tidak hanya diarahkan pada pencegahan dan pemadaman karhutla, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
Melalui penyaluran air bersih secara bertahap dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polres Banjar berharap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat terbantu. Pendataan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk menentukan lokasi prioritas penyaluran berikutnya.














