Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 18 Okt 2026 20:37 WIB

Uji Coba Bubuk Pemadam dari Brasil, Penanganan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Lebih Hemat Air


 Uji Coba Bubuk Pemadam dari Brasil, Penanganan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Lebih Hemat Air Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) aplikasikan bubuk pemadam bantuan dari Brasil untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar pada Sabtu (17/10/2026). Penggunaan bubuk pemadam tersebut dinilai dapat menghemat kebutuhan air dan mempercepat proses pemadaman.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan, penerapan bubuk pemadam itu dilakukan menyusul munculnya titik api cukup besar di kawasan perusahaan PT Putra Sarana Transborneo. Kondisi tersebut membuat tim gabungan mengalihkan kegiatan yang semula direncanakan berupa apel siaga menjadi penanganan langsung di lapangan.

“Rencananya hari ini kami akan melaksanakan apel bersama rekan-rekan BPBD dan BPK swasta yang diperbantukan oleh perusahaan. Namun, karena ada satu titik api yang menyala cukup besar di kawasan PT Putra Sarana Transborneo, rekan-rekan langsung kami arahkan ke lokasi,” ujarnya.

Ronny menjelaskan, penanganan karhutla melibatkan personel BPBD bersama relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta yang mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan. Tim gabungan bergerak untuk menjangkau titik api dan melakukan pemadaman sesuai kondisi di lapangan.

Ia mengungkapkan, akses menuju titik api menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Untuk membuka jalur menuju lokasi kebakaran, petugas bahkan harus membuat lubang pada tembok yang menghalangi akses.

Selain menggunakan metode pemadaman konvensional, tim juga langsung mengaplikasikan bubuk pemadam bantuan dari Brasil tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi penerapan di lapangan untuk melihat efektivitas bahan pemadam dalam membantu penanganan karhutla.

“Alhamdulillah, bubuk pemadam sudah diaplikasikan. Hasil awalnya cukup menghemat air dan proses pemadaman juga berlangsung cukup cepat,” jelasnya.

Menurut Ronny, penggunaan bubuk pemadam tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan, terutama ketika petugas menghadapi kendala akses dan keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.

Ia menegaskan, BPBD Kalsel bersama unsur terkait akan terus mengerahkan berbagai sumber daya dan metode penanganan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Segala daya dan upaya kami lakukan agar karhutla di Kalimantan Selatan bisa cepat dipadamkan. Kami berharap penggunaan bubuk pemadam ini dapat membantu penanganan karhutla di daerah,” tutup Ronny.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kapolres Tanah Laut Gelar Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kemarau Panjang di Kotabaru, PDAM Maksimalkan Sumber Air dan Atur Distribusi Gratis

23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

PLN Sosialisasikan Home Charging Services untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

23 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemkab Kotabaru Siapkan Bonus Atlet, Penyerahan Simbolis 28 Oktober

23 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Wabup Banjar Tegaskan Tiga Fungsi Utama Pesantren di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL