Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 21 Okt 2026 20:21 WIB

DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Materi Edukasi KB Berbasis Kearifan Budaya Lokal


 DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Materi Edukasi KB Berbasis Kearifan Budaya Lokal Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan (DPPPA-KB Kalsel) terus berupaya meningkatkan efektivitas edukasi kepada masyarakat melalui pengembangan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga berbasis kearifan budaya lokal.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi dan Pengembangan Materi KIE Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan untuk menggali potensi budaya setempat sekaligus merumuskan materi edukasi yang relevan, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat.

Kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPPA-KB Provinsi Kalsel, Musyridyansyah.

Pengembangan materi KIE dengan pendekatan budaya lokal dinilai penting untuk memastikan pesan-pesan pembangunan keluarga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pasalnya, setiap daerah memiliki karakteristik sosial, tradisi, bahasa, serta nilai-nilai budaya yang dapat menjadi pendekatan strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi.

Melalui pendekatan kultural, pesan mengenai pengendalian penduduk, keluarga berencana, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, hingga pembangunan keluarga berkualitas diharapkan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Musyridyansyah menyampaikan bahwa pemanfaatan kearifan budaya lokal menjadi salah satu langkah untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat agar lebih kontekstual dan tepat sasaran.

Menurutnya, materi KIE tidak cukup hanya memuat informasi yang benar, tetapi juga perlu disampaikan dengan bahasa, cara, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendekatan budaya lokal menjadi peluang untuk menghadirkan materi KIE yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal dan melibatkan tokoh masyarakat, pesan tentang keluarga berencana, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, dan pembangunan keluarga berkualitas diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif,” demikian inti pendekatan yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut.

FGD ini juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam proses identifikasi dan pengembangan materi KIE. Tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan, menjembatani komunikasi, serta mendorong penerimaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan keluarga.

Selain itu, kegiatan ini diarahkan pada enam kabupaten/kota yang menjadi lokus pengembangan. Identifikasi potensi budaya di wilayah tersebut diharapkan dapat menghasilkan materi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah, tanpa mengabaikan tujuan utama program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Melalui forum diskusi ini, berbagai gagasan dan masukan diharapkan dapat dihimpun sebagai dasar penyusunan materi KIE yang lebih inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

DPPPA-KB Provinsi Kalsel berharap pengembangan materi KIE berbasis kearifan budaya lokal dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendorong implementasi materi KIE secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik lokal, edukasi mengenai keluarga berencana dan pembangunan keluarga diharapkan tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku positif di tengah masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen DPPPA-KB Provinsi Kalsel untuk memperkuat pembangunan keluarga melalui edukasi yang inklusif, berbudaya, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kapolres Tanah Laut Gelar Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kemarau Panjang di Kotabaru, PDAM Maksimalkan Sumber Air dan Atur Distribusi Gratis

23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

PLN Sosialisasikan Home Charging Services untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

23 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemkab Kotabaru Siapkan Bonus Atlet, Penyerahan Simbolis 28 Oktober

23 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Wabup Banjar Tegaskan Tiga Fungsi Utama Pesantren di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL