Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 20 Okt 2026 19:24 WIB

BRIDA Kalsel Anugerahkan Pemenang KIA & Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026


 BRIDA Kalsel Anugerahkan Pemenang KIA & Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026 Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mendorong penguatan budaya riset dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Salah satunya melalui Penganugerahan Pemenang Kalsel Innovation Award (KIA) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel di Gedung Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel pada Selasa (20/10/2026).

Gubernur Kalsel Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, menyampaikan bahwa penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kreativitas, kerja keras, pemikiran kritis, serta komitmen para inovator dan penulis ilmiah dalam menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan Banua.

Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika pembangunan dan perkembangan teknologi. Karena itu, budaya inovasi perlu terus ditumbuhkan di berbagai sektor, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga sektor pembangunan lainnya.

Rusma juga menekankan pentingnya karya tulis ilmiah sebagai sarana membangun tradisi berpikir kritis, objektif, sistematis, dan berbasis data. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

“Jadikan riset sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan, inovasi sebagai penggerak perubahan, dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pesannya.

Sementara itu Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat, mengatakan bahwa inovasi merupakan kebutuhan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Riset berperan dalam memahami persoalan berdasarkan data dan bukti ilmiah, sedangkan inovasi mengubah pengetahuan serta gagasan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, Kalsel Innovation Award bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang, melainkan bentuk apresiasi terhadap keberanian melakukan perubahan sekaligus upaya mendorong lahirnya praktik-praktik terbaik di lingkungan pemerintah dan masyarakat.

Hal serupa berlaku pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang mendorong peserta mengidentifikasi permasalahan, menganalisis data, menyusun rekomendasi, serta menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Kalimantan Selatan.

Thaufik turut memaparkan bahwa portofolio karya tulis ilmiah tahun ini menghadirkan beragam gagasan, antara lain tata kelola sanitasi digital dan restorasi mutu air Sungai Martapura, sistem peringatan dini inflasi pangan, penguatan hilirisasi berbasis energi terbarukan, prioritas penanganan jalan dan jembatan, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan, hingga pengolahan hasil perikanan dengan pendekatan minim limbah.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa potensi inovasi Banua dapat berkembang di berbagai sektor. Namun, ia mengingatkan bahwa gagasan yang dihasilkan perlu terus diuji, disempurnakan, dan dikembangkan agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan daerah.

“Ukuran keberhasilan riset bukan terletak pada jumlah laporan yang dihasilkan, melainkan sejauh mana hasilnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kebijakan, pelayanan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam penganugerahan Kalsel Innovation Award Tahun 2026, penghargaan diberikan kepada pemenang dalam tiga kategori utama.

Pada kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalsel, Juara I diraih Andi Irawan dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel melalui inovasi TASK (Tax Application of South Kalimantan).

Juara II diraih Aldy Nugraha Pradana dari RSUD Ulin Banjarmasin dengan inovasi ALTAIR (Automasi Laporan Terintegrasi SIRS), sedangkan Juara III diraih Akhmad Ramadhani dari RSUD Ulin Banjarmasin melalui inovasi Parking Traffic Management Control (PTMC).

Pada kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota, Juara I diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabalong melalui inovasi 1 Desa 1 Wifi. Juara II diraih Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan inovasi ONE DATA AI HST, sedangkan Juara III diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanah Laut melalui inovasi PILANDUK LANGKAR.

Sementara itu, pada kategori Masyarakat Umum Kalsel, Juara I diraih tim Muliyadi Saputra, M. Zuhdi Rajibi, dan Nurul Hidayah dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui karya RATIKITA (Platform Digital Sampah Modern). Juara II diraih Maskur Nur Hidayat dari Kabupaten Tanah Bumbu dengan inovasi DETEKTOR KARHUTLA, sedangkan Juara III diraih Rahmatullah, Syam’ani, Cindy Anissa, Netty, dan Risnawati dari Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui karya AL PILUNG (Alat Pemipih Purun dan Ilung).

Adapun pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026, Juara I diraih Tien Zubaidah, Lenie Marlinae, dan Norlaila Sofia dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan Universitas Lambung Mangkurat melalui karya berjudul “Sistem Dinamik dan Dashboard Real-Time Berbasis Power BI sebagai Inovasi Tata Kelola Sanitasi Digital untuk Restorasi Mutu Air Sungai Martapura Menuju Kelas I di Kalimantan Selatan.”

Juara II diraih Ahmadi Murjani dan Winda Noviyanti dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel dan Bappeda Provinsi Kalsel melalui karya “From Warning to Action: Early Warning System Inflasi Pangan di Kalimantan Selatan sebagai Policy Trigger untuk Ketahanan Pangan.” Sementara itu, Juara III diraih Shafa Salsabila dan Nur Soluna Arasya dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Banjar melalui karya “E-Skala Jalan: Model Sistem Pendukung Keputusan Multi-Kriteria untuk Prioritisasi Penanganan Jalan dan Jembatan Kabupaten Banjar.”

Pada kategori juara harapan, Harapan I diraih Aditya Idris, freelance independent researcher dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui karya “Mengakselerasi Hilirisasi Berkelanjutan di Kalimantan Selatan: Peran Potensi Energi Terbarukan dan Karakteristik Pembangunan Wilayah Berbasis Remote Sensing.”

Harapan II diraih Arie Wibowo dari UPTD SMP Negeri 5 Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, melalui karya “Analisis Penggunaan Kecerdasan Artifisial dalam Pemecahan Masalah Siswa pada Transformasi Geometri.”

Adapun Harapan III diraih Nur Ad’ha Yuda dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel, melalui karya “Kampung Sungai Sirkular: Model Tata Kelola Pascarevitalisasi Berbasis Ruang Adaptif, Ekonomi Sirkular, dan Pelaporan Digital di Banjarmasin.”

Melalui penganugerahan ini, Pemprov Kalsel mendorong agar karya dan inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih lanjut, direplikasi, serta dimanfaatkan sebagai bagian dari proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan daerah. Dengan demikian, riset dan inovasi diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kukuhkan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN Dorong Digitalisasi Layanan dan Promosi Daerah

21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Usai Dilantik, Kades Tirawan Mus Mulyadi Prioritaskan Pembenahan Administrasi dan Pelayanan Warga

21 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Wakil Ketua DPRD Kotabaru Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Karhutla

21 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat & Rumah Sakit di Tanjung Lalak

20 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Dinkes Kotabaru Perkuat Pemetaan Sarana & Alat Kesehatan di Puskesmas hingga Labkesmas

20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Antisipasi Gangguan Pasokan Air Baku, BPAM Banjarbakula Siapkan Intake Darurat 450 Liter per Detik

20 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL