Banjarbaru, Ricek.ID – Upaya penguatan sektor perikanan budidaya di Kalimantan Selatan terus dilakukan melalui penyaluran bantuan hibah sarana budidaya ikan gabus atau haruan pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas perikanan daerah sekaligus mendukung pengembangan konsep haruan estate.
Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan yang dinilai memiliki kesiapan dan potensi untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan ikan gabus memiliki peluang besar untuk dikembangkan, baik sebagai komoditas konsumsi maupun bahan baku industri olahan.
“Melalui bantuan ini, kami ingin mendorong peningkatan produksi ikan gabus sekaligus memperkuat kapasitas kelompok pembudidaya. Haruan merupakan komoditas lokal yang memiliki nilai strategis,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu 1 April 2026.
Ia menjelaskan, bantuan hibah disalurkan kepada dua kelompok pembudidaya ikan, yakni Pokdakan Anugerah Tatah Makmur di Desa Jamil, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta Pokdakan Sumber Rezeki di Desa Pampanan, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong.
Menurutnya, penetapan penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan penilaian dengan mempertimbangkan kesiapan kelompok, potensi wilayah, serta komitmen dalam mengembangkan budidaya ikan gabus secara berkelanjutan.
Rusdi menambahkan, pengembangan haruan estate tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan kelompok, penerapan teknologi budidaya, hingga perluasan akses pemasaran.
“Ke depan, kami berharap kelompok penerima bantuan ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam pengembangan budidaya ikan gabus yang terintegrasi dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui program ini, pemerintah daerah optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis perikanan, meningkatkan pendapatan pembudidaya, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi sektor perikanan, sehingga hasil budidaya tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Dengan sinergi antara pemerintah dan kelompok masyarakat, pengembangan budidaya ikan gabus di Kalimantan Selatan diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
