Riceknews.Id – Dewan Kesenian Kabupaten Banjar menggelar buka bersama sekaligus silaturrahmi pengurus dengan seniman, yang berlangsung di aula Disbudporapar setempat, Sabtu (8/3/2025).

Tak sekedar kumpul berbuka puasa, kegiatan ini dibarengi rapat program dewan kesenian untuk tahun 2026 mendatang, juga sosialisasi persyaratan menerima dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Banjar.

Turut hadir Kepala Disbudporapar Banjar Irwan Jaya, Ketua Umum Dewan Kesenian Banjar Rahmat Saleh, Ketua Harian Muhammad Syahid, Sekretaris I Ina Wangsih, Sekretaris II Rhony Arifin, para ketua bidang, serta anggota para seniman.

Kegiatan makin bermakna karena dihadiri para penasihat, seperti Mukhlis Maman atau Julak Larau, Humaidi Saleh, Abdurrahman El Husaini, dan Muhammad Ali Syahbana.

Dalam kesempatan itu, Mukhlis Maman selaku penasihat menyampaikan sangat bersyukur bahwa Dewan Kesenian kembali hidup setelah lebih satu dekade vakum.

Budayawan senior kerap disapa Julak Larau ini menilai, selama vakum terebut geliat berkesinian di Kabupaten Banjar tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Kalsel, padahal daerah ini begitu banyak seniman-hanya saja lebih banyak berkarya di luar.

“Dengan adanya dewan kesenian yang mewadahi para seniman ini, saya yakin Kabupaten Banjar akan kembali lebih hidup kesenian daerahnya. Tentu ini sangat membantu pemerintah dalam pelestarian seni budaya. Sehingga kolaborasi antara keduanya mesti harus diupayakan,” ungkap Julak Larau.

Ia mengakui, Kabupaten Banjar yang sangat kental dengan nuansa religinya. Adanya Dewan Kesenian akan melengkapi keanekaragaman seni budaya sebagai identitas daerah. Julak Larau berpesan, dalam berkesenian ada norma yang harus dijaga.

“Seni itu memang tidak ada batasan, namun kita jangan lupa identitas kita siapa dan di mana. Ada norma agama, ada norma-norma lainnya yang jangan sampai ditabrak batasnya dalam berkesenian,” pesan Julak Larau.

Kemudian, Ketum Dewan Kesenian Banjar Rahmat Saleh sangat mengapresiasi semangat para seniman. Ia mencontohkan, meskipun belum ada anggaran namun dapat sukses menggelar Festival Tari Kreasi pada awal Februari lalu.

“Insya Allah kita tahun depan sudah mulai ada anggaran melalui dana hibah. Kami di Komisi II DPRD Banjar bersama Ali Syahbana tentu akan memperjuangkan itu, agar program-program yang sudah disusun dapat berjalan lancar,” kata Rahmat Saleh yang juga anggota DPRD Banjar dua periode ini.

Rahmat Saleh juga menyampaikan apresiasi terhadap Ketua Harian Muhammad Syahid yang selalu memberikan arahan dalam menjalankan roda organisasi. “Alhamdulillah Dewan Kesenian kita diisi orang-orang yang luar biasa,” tuturnya.

Sementara, Kepala Disbudporapar Banjar, Irwan Jaya menyampaikan dukungan penuh terhadap Dewan Kesenian. Ia ingin ada kegiatan rutin seperti festival yang dilaksanakan saban tahun.

Terkait dana hibah, ia memberikan opsi jika Dewan Kesenian menjadi leding sektornya seperti halnya Komite Olahraga Nasioal Indonesia (KONI). Dalam hal ini, Dewan Kesenian menerima dana hibah lalu dibagikan ke tiap organisasi seni yang tergabung secara proporsional.

“Karena apa, sebab dana hibah ini sifatnya tidak kontinu tiap tahun. Jika tiap organisasi mengajukan dana hibah, biasanya tidak semuanya dapat di-acc. Kemudian yang sudah dapat selanjutnya bisa tidak dapat lagi. Yang seperti ini tentu membuat organisasi pincang, sehingga solusinya kita menerapkan seperti KONI agar tiap tahun selalu ada anggaran,” kata Irwan Jaya.

Kegiatan buka bersama ini berlangsung hangat penuh kekeluargaan, yang ditutup dengan salat Magrib berjemaah dan makan bersama.

Pewarta: Hendra Lianor

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version