Sektor pertanian ternyata menyumbang jumlah pengangguran di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Penyebabnya, petani sering gagal panen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, Arih Prasetyo mengungkapkan bahwa naiknya angka pengangguran terbuka di Bumi Barakat ini, salah satu dari sektor pertanian.

“Kondisi pertanian pada tahun 2023 terjadi musim hujan yang cukup panjang, hingga terjadi pergantian siklus pertanian, para petani akhirnya menganggur, ditambah adanya yang gagal panen. Ini mempengaruhi serapan tenaga kerja,” ujar Arih kepada riceknews, Kamis (4/7/2024).

Jika menilik data BPS, angka pengangguran terbuka pertahun 2023 mencapai 2,73% dengan total 8.433 jiwa. Naik tipis dari 2,72% di 2022.

“Dengan sektor pertanian merupakan tenaga kerja dominan di Kabupaten Banjar, menjadi jawaban mengapa terjadinya kenaikan tipis,” lanjutnya.

Arih mengatakan, seperti Juli 2024 ini cuaca sering berubah dalam kurun waktu sehari, hal ini sama seperti tahun sebelumnya. Menurutnya, para petani harus belajar dari pengalaman.

“Semoga kondisi dari tahun lalu menjadi pengalaman agar dapat mempersiapkan waktu tanam. Biasanya panen raya padi pada bulan Agustus – September, dengan kondisi cuaca seperti ini, semoga dapat menyesuaikan,” paparnya.

Arih berharap, tahun ini menjadi membaik dan tidak mengalami kenaikan angka pengangguran di Kabupaten Banjar.

“Semoga untuk proses pertanian di Kabupaten Banjar lancar dan baik. Angka 2,7 persen itu masih angka stabil,” pungkasnya. (hrs/hen)

Baca juga: Petani di Martapura Timur Sering Gagal Panen Akibat Terendam Banjir

Baca juga: Bupati Banjar Respons Petani Gagal Panen: Nanti Kita Cek

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version