Menu

Mode Gelap
Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

ADVERTORIAL · 23 Jul 2026 19:05 WIB

Demi Target Produksi Padi 1,3 Juta Ton, DPKP Kalsel Perkuat Sinergi Percepat Luas Tambah Tanam


 Demi Target Produksi Padi 1,3 Juta Ton, DPKP Kalsel Perkuat Sinergi Percepat Luas Tambah Tanam Perbesar

Ricek.ID – Untuk menjaga peningkatan produksi padi di tengah ancaman musim kemarau panjang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) gelar Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT).

Kegiatan yang berlangsung di Aula DPKP Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (23/7/2026) ini dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Perum Bulog, PJ Swasembada Pangan, BMKG, ATR/BPN, serta Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan rakor tersebut menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat realisasi luas tambah tanam agar produksi pangan Kalsel tetap terjaga.

“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi percepatan luas tambah tanam di Provinsi Kalimantan Selatan. Rakor ini menjadi upaya bersama untuk mempercepat tanam di tengah musim kemarau yang panjang dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Syamsir, setiap kabupaten dan kota diminta memaparkan kondisi di lapangan, strategi mitigasi, serta langkah percepatan tanam sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Luas tambah tanam ini sangat penting untuk menjaga produksi padi Kalimantan Selatan tetap tinggi. Pak Menteri Pertanian meminta Kalimantan Selatan tetap menjadi barometer pertanian di Kalimantan, sehingga kolaborasi seluruh pihak harus terus diperkuat,” katanya.

Oleh karena itu, kerja keras pemerintah daerah, penyuluh, TNI, dan petani yang berhasil mengantarkan Kalsel menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi di regional Kalimantan pada 2025.

“Produksi padi Kalimantan Selatan tahun 2025 mencapai sekitar 1,179 juta ton atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras para petani dan seluruh jajaran yang terus melakukan pendampingan di lapangan,” ujarnya.

Syamsir menjelaskan capaian tersebut menempatkan Kalsel sebagai daerah pengampu ketahanan pangan di Pulau Kalimantan. Bahkan, Kementerian Pertanian menargetkan produksi padi Kalsel meningkat menjadi 1,3 juta ton pada 2026.

“Pak Menteri meminta Kalimantan Selatan tetap menjadi barometer pertanian sekaligus penyangga kebutuhan pangan di Kalimantan. Karena itu, pola tanam harus terus ditingkatkan, dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam, bahkan dua kali menjadi tiga kali tanam jika memungkinkan,” jelasnya.

Meski demikian, Syamsir mengingatkan tantangan yang dihadapi tahun ini cukup besar akibat potensi El Nino dan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September. Karena itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan pompanisasi, sumur bor, pemanfaatan sumber air, serta memetakan lahan yang berpotensi mengalami kekeringan.

Hingga Juli 2026, produksi padi Kalsel tercatat telah mencapai sekitar 681 ribu ton, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di kisaran 600 ribu ton. Capaian tersebut menjadi modal positif untuk mengejar target produksi hingga akhir tahun.

Melalui rakor ini, seluruh pemerintah kabupaten/kota juga diminta memperkuat sinergi antara penyuluh pertanian, petugas lapangan, pemerintah daerah, dan petani agar seluruh potensi tanam dapat segera direalisasikan serta dilaporkan secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

DPKP Kalsel optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan berbagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau, target peningkatan luas tambah tanam dan produksi padi tahun 2026 dapat tercapai sehingga Kalsel tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL