Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

Kab. Banjar · 24 Feb 2026 14:26 WIB ·

Distan Banjar Prioritaskan Hilirisasi Produk Pertanian Tahun 2026


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Martapura, Ricek.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menetapkan hilirisasi produk pertanian sebagai prioritas utama pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi, bukan sekadar pengolah lahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Distan Banjar, Retno Sri Muwarni, mengungkapkan arah kebijakan ini merupakan hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2025 yang dinilai belum memenuhi target.

“Prioritas kami adalah memastikan hilirisasi produk pertanian di berbagai sektor yang kami naungi sampai ke masyarakat. Jika biasanya produk hanya terjual di pasar tradisional, kini kami upayakan agar bisa menembus pasar modern dan ritel,” ujar Retno saat ditemui di kantornya, Selasa (24/2/2026).

Plt Sekretaris Distan Banjar, Retno Sri Muwarni. foto: Haris Pranata (ricek.id)

Menurut Retno, ada beberapa faktor yang menyebabkan target kinerja sebelumnya tidak tercapai, di antaranya:

  • Faktor Iklim: Cuaca ekstrem dan bencana alam seperti banjir.
  • Pola Tanam: Jadwal tanam yang tidak teratur akibat kendala cuaca.
  • Motivasi Petani: Menurunnya semangat petani akibat fluktuasi harga jual.

“Semua hal itu saling berhubungan. Ketika harga jual turun, motivasi petani ikut menurun. Pola tanam yang berantakan karena iklim juga berdampak langsung pada hasil dan nilai jual,” jelasnya.

Melalui program hilirisasi, Distan Banjar berharap nilai jual produk pertanian meningkat sehingga kesejahteraan petani lebih terjamin. Retno memberikan contoh konkret mengenai inovasi yang diharapkan muncul dari para petani.

“Kami ingin petani menjadi pengusaha tani. Contohnya saat momen Ramadhan ini, ada petani yang mengemas beras dalam bentuk paket zakat fitrah siap saji. Inilah bentuk hilirisasi yang ingin kami capai agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh mereka,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ratusan Jemaah Haji Kabupaten Banjar Ikuti Pelepasan dan Salat Hajat Bersama

18 April 2026 - 11:30 WIB

Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar

16 April 2026 - 15:45 WIB

Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP

15 April 2026 - 20:52 WIB

Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

15 April 2026 - 16:53 WIB

Warga terdampak Puting Beliung di Martapura Timur Terima Bantuan

11 April 2026 - 16:05 WIB

Sebanyak 671 Jemaah Haji Kabupaten Banjar Siap Diberangkatkan

10 April 2026 - 18:32 WIB

Trending di Kab. Banjar