Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

DPRD · 17 Apr 2024 18:03 WIB

Dokter Spesialis Jantung Kosong, Komisi IV DPRD Banjar RDP dengan RSUD Ratu Zalecha


 Dokter Spesialis Jantung Kosong, Komisi IV DPRD Banjar RDP dengan RSUD Ratu Zalecha Perbesar

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar digelar dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, Rabu (17/4/2024).

Berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, RDP dihadiri Ketua Komisi IV Gusti Abdurrahman dan anggota Komisi IV dan membahas kekosongan dokter spesialis jantung di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Kemarin ada penggantinya tapi dokter spesialis penyakit dalam. Nah, kami katakan urusan penyakit jantung dengan dalam itu beda kompetensinya. Lalu, mereka mengusulkan ke Kementerian yang mana untuk mendapatkan mereka cukup sulit,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar Gusti Abdurrahman.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, Arief Rahman mengatakan, kekurangan dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura dikarenakan dokter yang ada tengah menjalani pendidikan selama 6 bulan.

”Dokter jantung kita sedang pendidikan rehabilitasi jantung untuk peningkatan kompetensi dokter spesialis jantung selama 6 bulan” ujarnya.

Arief Rahman bilang, pendidikan yang ditempuh dokter jantung di rumah sakit yang dipimpinnya, berdampak pada pelayanan khususnya terkait penyakit jantung.

”Karena waktu nya lumayan lama sehingga membuat terganggu pelayan penyakit jantung, yang tidak bisa di handle oleh dokter penyakit dalam,” jelas Arief Rahman.

Untuk tetap melayani layanan penyakit jantung, pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura, untuk sementara meminta bantuan ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, sambil menunggu surat izin dari Kemenkes.

”Saat ini, kita juga sedang menunggu dari kementerian kesehatan turun nya SIP. Kita minta bantuan dokter jantung dari Rumah Sakit Idaman. Nanti apabila sudah terbit surat tugasnya, setiap selasa akan menggantikan dokter yang sedang pendidikan tersebut,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Banjar Sahkan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

3 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Paripurna DPRD, Bupati Kotabaru Sampaikan KUPA & PPAS Perubahan APBD Tahun 2026

3 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Dana Transfer ke Daerah Menurun, DPRD Banjar Minta Pemkab Genjot PAD

1 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Proyek RS Tipe D, DPRD Banjar Berharap Pembangunan Tetap Berlanjut

23 Juli 2026 - 22:59 WIB

DPRD Banjar Dukung Penuh Upaya Pekauman Ulu Sulap Sungai Jadi Destinasi Wisata Baru

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

DPRD Banjar Dorong Pencegahan Kematian Ikan Massal Melalui Pembukaan Aliran Irigasi

17 Juli 2026 - 14:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL