Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

DPRD · 17 Apr 2024 18:03 WIB ·

Dokter Spesialis Jantung Kosong, Komisi IV DPRD Banjar RDP dengan RSUD Ratu Zalecha


 Dokter Spesialis Jantung Kosong, Komisi IV DPRD Banjar RDP dengan RSUD Ratu Zalecha Perbesar

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar digelar dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, Rabu (17/4/2024).

Berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, RDP dihadiri Ketua Komisi IV Gusti Abdurrahman dan anggota Komisi IV dan membahas kekosongan dokter spesialis jantung di RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Kemarin ada penggantinya tapi dokter spesialis penyakit dalam. Nah, kami katakan urusan penyakit jantung dengan dalam itu beda kompetensinya. Lalu, mereka mengusulkan ke Kementerian yang mana untuk mendapatkan mereka cukup sulit,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar Gusti Abdurrahman.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, Arief Rahman mengatakan, kekurangan dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura dikarenakan dokter yang ada tengah menjalani pendidikan selama 6 bulan.

”Dokter jantung kita sedang pendidikan rehabilitasi jantung untuk peningkatan kompetensi dokter spesialis jantung selama 6 bulan” ujarnya.

Arief Rahman bilang, pendidikan yang ditempuh dokter jantung di rumah sakit yang dipimpinnya, berdampak pada pelayanan khususnya terkait penyakit jantung.

”Karena waktu nya lumayan lama sehingga membuat terganggu pelayan penyakit jantung, yang tidak bisa di handle oleh dokter penyakit dalam,” jelas Arief Rahman.

Untuk tetap melayani layanan penyakit jantung, pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura, untuk sementara meminta bantuan ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, sambil menunggu surat izin dari Kemenkes.

”Saat ini, kita juga sedang menunggu dari kementerian kesehatan turun nya SIP. Kita minta bantuan dokter jantung dari Rumah Sakit Idaman. Nanti apabila sudah terbit surat tugasnya, setiap selasa akan menggantikan dokter yang sedang pendidikan tersebut,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Presiden Prabowo Ingatkan DPRD Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

18 April 2026 - 15:04 WIB

Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

15 April 2026 - 16:53 WIB

Sidak DPRD Ungkap Pasokan Susu UHT Tersendat

14 April 2026 - 07:01 WIB

Desak Implementasi PP TUNAS, DPRD Kotabaru Minta Bupati Segera Terbitkan Aturan Turunan

30 Maret 2026 - 18:33 WIB

Ketua DPRD Kotabaru Sosialisasikan Perda Toleransi dalam Momentum Halal Bihalal

30 Maret 2026 - 18:21 WIB

Ketua DPRD Kotabaru Ikuti Fun Bike 2026, Kembalikan Doorprize untuk Peserta

29 Maret 2026 - 19:52 WIB

Trending di DPRD