Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 19 Okt 2026 21:05 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan


 Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan Perbesar

Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menyambut kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi yang datang untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel pada Senin pagi (19/10/2026).

Rombongan tiba sekitar pukul 09.30 WITA di VIP Room Bandara Internasional Syamsudin Noor menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara bernomor A7306.

Setelah tiba, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Booster Lingkar Utara PT AM Intan Banjar, Kabupaten Banjar.

Di lokasi tersebut, Gubernur Muhidin telah menunggu untuk menyambut kedatangan rombongan sekaligus mendampingi peninjauan karhutla.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kebakaran serta penanganan di kawasan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalsel juga menyerahkan kembali usulan bantuan penanganan karhutla kepada BNPB.

Dari 13 kabupaten di Kalsel, sebelumnya terdapat 12 kabupaten yang diusulkan menerima bantuan. Namun, baru enam kabupaten yang memperoleh bantuan sehingga pemerintah daerah kembali mengajukan usulan untuk wilayah yang belum terakomodasi.

Selain mengupayakan dukungan pemerintah pusat, Pemprov Kalsel terus memperkuat langkah penanganan karhutla melalui pemadaman api dan pembasahan lahan, khususnya di kawasan gambut.

“Jadi, ada pemadaman api, ada pembasahan,” ujar Muhidin.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan cairan surfaktan.

Bahan tersebut direncanakan diperbanyak dan didistribusikan ke kabupaten yang membutuhkan setelah pasokan berikutnya tiba.

Pemprov Kalsel juga merencanakan pembuatan embung kecil sebagai sumber air untuk mendukung pembasahan lahan, termasuk dalam operasi pemadaman menggunakan helikopter melalui metode water bombing.

Gubernur Kalsel menjelaskan, pembasahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah dipadamkan.

“Karena api di dalam masih ada. Itu kalau daerah gambut,” jelas Muhidin.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk mengevaluasi penanganan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tambahan yang dapat didukung pemerintah pusat.

“Pertama kita inventarisir dulu kebutuhan-kebutuhan apa yang masih dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Kristomei, percepatan penanganan menjadi hal penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Karena itu, kebutuhan personel, peralatan pemadam, tangki air, hingga dukungan anggaran akan dipetakan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Jam per jam, menit per menit kita harus segera merespons, jangan sampai api itu semakin meluas,” tegasnya.

Kristomei juga menekankan bahwa penanggulangan karhutla memerlukan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, Polri, dan unsur swasta. Sinkronisasi antarpihak diperlukan agar dukungan yang diberikan sesuai kebutuhan dan dapat segera digunakan untuk pemadaman.

Dalam upaya mengatasi karhutla, BNPB turut menjajaki penggunaan teknologi modifikasi cuaca. Kristomei menyebut teknologi -dry ice akan dicoba untuk mendukung proses pembentukan hujan, dilanjutkan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai yang sesuai.

“Di Sumsel kita sudah berhasil seperti itu, dan saat ini di Kalimantan akan kita coba lagi seperti itu sehingga hujan bisa turun baik di Kalimantan Tengah maupun di Kalsel,” ungkapnya.

Terkait tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga, BNPB masih menginventarisasi bentuk dukungan yang tersedia agar bantuan yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.

“Jadi bantuan itu harus benar-benar bantuan yang memang kita butuhkan dan bisa langsung berdampak untuk memadamkan api ini,” katanya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala BIN Daerah Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, serta Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P.

Usai melakukan peninjauan, KSAD dan Kepala BNPB beserta rombongan bertolak menuju Kalimantan Tengah untuk melanjutkan kunjungan kerja.

Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Ketua TP PKK Kalsel Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran & Kabut Asap di Barito Kuala

18 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Penutupan PKN Sekaligus Peluncuran Banua Kalsel Corporate University, Tekankan Kepemimpinan yang Inovatif

15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pengukuhan Kepala BPKP Kalsel, Gubernur Berharap Pendampingan Jangkau Program yang Langsung Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Trending di ADVERTORIAL