Dua daerah dinyatakan menjadi titik panas (Hotspot) potensi tertinggi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dibanding daerah lain di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Menurut data Kajian Risiko Bencana (KRB) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM UNLAM), Karhutla di Kabupaten Banjar berpotensi menelan kerugian ekonomi fisik mencapai Rp 74.645.700.000, pada tingkat kerentanan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Warsita menyebut ancaman Karhutla sudah di depan mata.
“Saat ini wilayah Pengaron dan Kecamatan Sungai Pinang masing-masing terdata satu titik panas,” katanya setelah pembukaan rapat koordinasi Karhutla di Aula Kantor BKPSDM. Kamis (25/7/2024).
Hal ini merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim yang tidak menentu juga siaga kemarau panjang dan cuaca ekstrem El-Nino.
Mengenai sikap yang harus dilakukan terhadap Karhutla akibat musim kemarau ekstrem, ia menegaskan bahwa semua orang jangan menutup mata.
“Dalam upaya pencegahan Karhutla, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujarnya.
