Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 12 Okt 2026 20:52 WIB

Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI Ke Pemprov Kalsel, Bahas MBG hingga Jaminan Sosial


 Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI Ke Pemprov Kalsel, Bahas MBG hingga Jaminan Sosial Perbesar

Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Syarifuddin terima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI Masa Reses Persidangan I Tahun Sidang 2026 – 2027 di Provinsi Kalsel, di Aula Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru pada Senin (12/10/2026)

Agenda kunker untuk mendiskusikan, menyerap, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di Kalsel terkait berbagai permasalahan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga jaminan sosial, termasuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pernikahan dini dan pelayanan KB serta pengawasan obat dan makanan.

Mengawali dialog, Sekda Kalsel Syarifuddin menyampaikan apresiasi Gubernur Muhidin atas perhatian serta komitmen DPR RI dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah khususnya di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, gizi, kependudukan, MBG, hingga masalah pengawasan makanan dan obat-obatan.

Selain program terkait, disampaikan beberapa kendala yang dihadapi, mulai dari pelayanan kesehatan, program MBG yang belum menyeluruh ke pelosok, hingga terkait asap karhutla yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas masyarakat lainnya.

Sekda Kalsel berharap, kunjungan kerja ini bisa menampung berbagai masukan dan persoalan yang dihadapi, dan menjadi bahan pembahasan Komisi IX DPR RI bersama kementerian dan lembaga terkait di tingkat pemerintah pusat.

Reses ini dihadiri pejabat terkait dari Kementerian Kesehatan, BKKBN Pusat, Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), kepala SKPD terkait lingkup Pemprov Kalsel, dan lainnya.

Anggota Komisi IX DPR yang hadir sebanyak 17 orang, diantaranya Sri Melyana, Mariana dari Partai Gerindra dapil Kalsel, Edy Wuryanto, Indah Kurnia, Irma Suryani, Netty Prasetiyani, Luci Kurniasari, Surya Utama, dan lainnya.

Dalam pertemuan, pimpinan reses/rapat Muhammad Yahya Zaini menyebutkan tujuan kedatangan pihaknya ke Kalsel untuk mengetahui kondisi pelaksanaan anggaran, tantangan di lapangan dan aspirasi masyarakat yang akan jadi bahan perumusan kebijakan bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kalsel dan kabut asap pun menjadi perhatian komisi.

Menurut Yahya, Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan, paparan asap berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, memperburuk asma, penyakit paru, mengganggu aktivitas sekolah, dan bekerja, serta menambah beban dalam kesehatan. Bayi, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, harus menjadi prioritas perlindungan yang pertama.

“Karenanya kami ingin memperoleh gambaran mengenai perkembangan gangguan kesehatan akibat asap, kesiapan obat, dan masker, kapasitas Puskesmas dan rumah sakit sistem rujukan serta jangkauan masyarakat, ” ucap Yahya.

Paparan berturut-turut disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel, Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, dilanjutkan penjelasan dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Badan Gizi Nasional (BGN), dan BPOM.

Pada kesempatan itu, komisi ini menyerahkan bantuan/santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Muhammad Noor (PT Galuh Cempaka) senilai Rp 213.517.840 yang mencakup dana santunan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan beasiswa. Dana JKM dan beasiswa BPJS Ketenagakerjaan juga diserahkan kepada keluarga Isri Yadie (PPRSAR-Dinas Sosial Provinsi Kalsel) sebesar Rp 187.500.000.

Selanjutnya, diserahkan dana santunan berupa modal usaha melalui layanan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada Lusi Indrawati yang telah mengikuti pelatihan pembuatan buket bunga dan literasi keuangan, optimalisasi manfaat JKM, JHT, JP untuk pengembangan usaha, dan Usaha Online Kerajinan Tangan.

Terakhir, diserahkan bantuan masker dari Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI kepada Pemerintah Provinsi Kalsel.

Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Kebakaran & Kabut Asap di Barito Kuala

18 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Penutupan PKN Sekaligus Peluncuran Banua Kalsel Corporate University, Tekankan Kepemimpinan yang Inovatif

15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pengukuhan Kepala BPKP Kalsel, Gubernur Berharap Pendampingan Jangkau Program yang Langsung Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Gubernur & Forkopimda Kalsel Ajak Semua Unsur Masyarakat Gotong Royong Padamkan Kahutla

15 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL