Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 24 Jun 2026 17:35 WIB

Melalui OOC, Indonesia Sampaikan 4 Komitmen Baru untuk Perkuat Tata Kelola Laut


 Melalui OOC, Indonesia Sampaikan 4 Komitmen Baru untuk Perkuat Tata Kelola Laut Perbesar

Ricek.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sampaikan empat komitmen baru Pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan di level regional dan global, pada konferensi laut Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya.

Komitmen itu membawa Indonesia berpeluang memperoleh dikungan pendanaan internasional hingga USD260 juta melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Trenggono dalam siaran resmi KKP pada Selasa (23/6/2026).

Empat komitmen pemerintah Indonesia yang dimaksud mencakup penguatan tata kelola ruang laut berupa integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam perencanaan tata ruang nasional.

Kemudian komitmen kedua Indonesia menargetkan penetapan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada tahun 2026.

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045,” ungkap Trenggono.

Tidak hanya mengejar target perluasan konservasi, melalui komitmen ketiga, Indonesia akan melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan, guna memastikan manfaat dari kegiatan konservasi dapat dirasakan secara optimal bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Terakhir, Indonesia berkomitmen mengembangkan satu model proyek karbon biru yang bisa dijadikan sebagai percontohan untuk direplikasi di berbagai wilayah Indonesia pada masa mendatang.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang,” pungkas Trenggono.

Indonesia sendiri telah memiliki rekam jejak panjang pada OOC sejak tahun 2016. Indonesia bahkan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan OOC ke-5 pada tahun 2018 dan menyampaikan 23 komitmen konkret dengan nilai total sekitar USD500 juta (± Rp7–8 triliun) untuk aksi perlindungan laut.

Selama sembilan tahun berpartisipasi aktif pada forum global OOC, Indonesia melalui KKP telah menyampaikan 73 komitmen menjaga kesehatan laut, yang tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga bagian dari kontribusi Indonesia terhadap solusi global.

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Presiden Prabowo Minta Kemenhaj Jaga Biaya Haji Agar Tak Memberatkan Jemaah

28 September 2026 - 21:03 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Antrean Faktual Haji Turun Jadi 14 Tahun

28 September 2026 - 21:01 WIB

Kemenkop Berdayakan Ekonomi Umat, Gandeng BKMT Perluas Jaringan Koperasi Masjid Nasional

28 September 2026 - 20:57 WIB

Berlakukan Skema Pembiayaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Siapkan Rp10 Triliun

28 September 2026 - 20:55 WIB

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Jamin Stok BBM Bersubsidi, Menteri ESDM Prioritaskan Hak Subsidi kepada Rakyat yang Membutuhkan

17 September 2026 - 21:55 WIB

Trending di EKOBIS