Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

NASIONAL · 27 Mei 2026 13:30 WIB

Menhaj Sebut Haji 2026 Jadi Tonggak Baru Pelayanan Jemaah Indonesia


 Menhaj Sebut Haji 2026 Jadi Tonggak Baru Pelayanan Jemaah Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan wukuf di Arafah menjadi momentum spiritual sekaligus tonggak baru pelayanan haji Indonesia yang lebih fokus, inklusif, dan berkeadaban.

Hal itu disampaikan Menhaj dalam sambutan Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H di hadapan jemaah haji Indonesia, jajaran Amirulhaj, Tim Pengawas DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada Selasa (26/5/2026).

“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Menhaj menyebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam kerangka Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Karena itu, seluruh layanan diarahkan agar negara hadir lebih dekat, lebih sigap, dan lebih terukur dalam melayani jemaah.

“Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah,” tegas Irfan.

Menhaj menjelaskan, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Sebanyak 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Saat ini, seluruh energi pelayanan difokuskan pada fase Armuzna, meliputi kesiapan tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, pelindungan, serta penugasan petugas di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menhaj menekankan Tri Sukses Haji sebagai arah besar penyelenggaraan. Sukses ritual diwujudkan melalui ibadah yang sah, tertib, dan khusyuk. Sukses ekosistem ekonomi haji diwujudkan melalui tata kelola yang memberi manfaat bagi bangsa. Sementara sukses keadaban dan peradaban diharapkan melahirkan pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, dan membawa kebaikan bagi Indonesia.

Kemenhaj juga menempatkan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah sebagai satu kesatuan kebijakan. Skema murur disiapkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi, komorbid, disabilitas, serta pendampingnya agar pergerakan dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman, tertib, dan tetap sesuai bimbingan manasik.

“Setiap jemaah harus merasa dilindungi. Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan. Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah,” ujar Irfan.

Untuk mendukung kekhusyukan jemaah, Kemenhaj menyiapkan 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara selama fase Armuzna. Distribusi konsumsi juga disiapkan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah dapat lebih fokus beribadah.

Layanan haji tahun ini turut diperkuat melalui digitalisasi pengawasan dan pelaporan berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji. Sistem ini memungkinkan respons petugas lebih cepat, terukur, dan berbasis data.

Dalam tata kelola dam, Kemenhaj mencatat 145.341 jemaah telah membayar dam. Sebanyak 102.364 melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia. Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.

Menhaj mengajak jemaah memanfaatkan waktu wukuf sebagai ruang muhasabah, memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta menjaga kesehatan dan disiplin mengikuti arahan petugas.

“Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” tutup Irfan.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme & Jaga Dunia Usaha

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kapolda NTB Uji Jalur Penonton hingga Sirkuit Menjelang MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Siap Dukung 200 Ribu Penonton MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemerintah Terbitkan Perpres 27/2026, Pengemudi Ojek Online Dapat Kepastian Hukum & Batas Biaya Platform 8 Persen

9 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Trending di EKOBIS