Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 16 Okt 2025 15:03 WIB

Menteri LH Dorong Kampus Wujudkan Borneo Pusat Ekosistem Global


 Menteri LH Dorong Kampus Wujudkan Borneo Pusat Ekosistem Global Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID — Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengajak perguruan tinggi di Kalimantan untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan gagasan Borneo sebagai pusat ekosistem global. Hanif menegaskan, peran akademisi sangat krusial dalam menyusun skenario pembangunan berkelanjutan yang berdampak pada dunia.

Ajakan ini disampaikannya saat menghadiri acara The 2nd KUUB Postgraduate Research Colloquium dan The 6th International Conference on Chemical Engineering & Applied Sciences (ICCHEAS 2025) di Banjarmasin, Kamis (16/10/2025). Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengusung tema relevan: chemistry, applied science, biodiversity, carbon sequestration, and sustainability.

Sebagai alumnus ULM, Hanif Faisol menyatakan kebanggaannya atas inisiatif tersebut. “Saya bangga kampus ini menjadi tempat penyelenggaraan konferensi internasional. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Kalimantan yang memiliki potensi besar dalam biodiversitas dan penyerapan karbon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gagasan untuk menjadikan Borneo sebagai pusat ekosistem global telah lama diinisiasi oleh akademisi Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, Kalimantan memiliki peran vital dalam mitigasi perubahan iklim karena menyimpan ekosistem gambut dan mangrove yang luas sebagai penyerap karbon alami.

“Kalimantan memiliki gambut dan mangrove yang sangat luas. Ini adalah potensi ekosistem kritikal yang harus kita jaga. Konservasi dengan memanfaatkan keunggulan komparatif kita menjadi sangat penting,” tegasnya.

Hanif menambahkan, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menjadi pemimpin dalam kolaborasi global mitigasi iklim, termasuk dalam mekanisme ekonomi karbon seperti carbon pricing dan biodiversity credit.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif, serta menghindari eksploitasi yang merusak lingkungan. “Membangun tidak harus dimulai dari merusak, tetapi dengan memperbaiki dan berinvestasi jangka panjang,” katanya.

Di akhir sambutannya, Menteri Hanif mengajak semua pihak untuk berperan sebagai “khalifah di bumi,” bukan sebagai pemilik yang bebas mengeksploitasi alam. “Apa yang kita jaga hari ini akan menentukan kehidupan anak cucu kita ratusan tahun ke depan,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Sampaikan Duka atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi Dituntaskan

16 September 2026 - 19:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Tekankan Pentingnya Pembangunan & Transformasi Bangsa

16 September 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

16 September 2026 - 19:22 WIB

Trending di NASIONAL