Kabupaten Banjar, Ricek.ID – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-III sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah pengembangan ke depan. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Nusantara Resort, Kabupaten Banjar, Senin (30/3/2026).

Agenda tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan olahraga, di antaranya perwakilan KONI Kalimantan Selatan, Disbudporapar Kabupaten Banjar, serta pengurus FAJI dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, perwakilan KONI Kalsel, Subhan Syarief, menegaskan bahwa Musprov merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Forum ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang evaluasi capaian sekaligus perbaikan kekurangan. Dari sini arah pembinaan ke depan dapat ditentukan secara lebih jelas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi FAJI dalam melakukan pembinaan atlet, yang dinilai telah menunjukkan hasil positif di berbagai kejuaraan.

“Capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Dalam Musprov tersebut, Bandi Chairullah kembali terpilih sebagai Ketua FAJI Kalimantan Selatan periode 2026–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang maju dalam proses pemilihan.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Bandi menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan berprestasi.

“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin FAJI tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.

Ia menjelaskan, kepengurusan ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas atlet, penguatan manajemen organisasi, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kolaborasi sangat penting, baik dengan pemerintah maupun sektor swasta. Dukungan bersama akan membuat program pembinaan berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Selain itu, FAJI Kalsel juga berencana memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan organisasi, serta mendorong sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan berjenjang hingga ke daerah.

“Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Itu menjadi kunci untuk mencetak atlet yang siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Program kerja ke depan, lanjut Bandi, akan difinalisasi melalui rapat kerja provinsi bersama seluruh pengurus agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan organisasi.

Melalui Musprov ini, FAJI Kalimantan Selatan diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan peran dalam pengembangan olahraga arung jeram di Banua.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version