Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

NASIONAL · 3 Okt 2026 15:58 WIB

Perbarui PKS, BGN Akan Tertibkan Potongan Mitra SPPG yang Tak Wajar


 Perbarui PKS, BGN Akan Tertibkan Potongan Mitra SPPG yang Tak Wajar Perbesar

Ricek.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) perbarui tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melalui pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pembenahan dilakukan setelah BGN menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan, termasuk hubungan antara mitra dan yayasan yang dinilai dapat memengaruhi kualitas layanan MBG kepada penerima manfaat.

Hal ini diungkapkan Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar dalam Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur pada Jumat (2/10/2026).

Ia mengatakan, terdapat laporan mengenai yayasan yang tidak terlibat langsung dalam penyelenggaraan MBG tetapi meminta setoran atau potongan kepada mitra.

“Pada praktiknya ini kami menemukan satu fakta bahwa mitra sama yayasan ini ada yang kemudian berkonflik. Mitra itu adalah orang yang punya modal, dia membangun dapurnya, keluar biaya. Yayasan itu kemudian tidak nyambung sama mitranya,” ujar Mas Dar.

Menurut Sudaryono, dalam sejumlah kasus, mitra dilaporkan diminta memberikan potongan sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per porsi. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengurangi ruang mitra dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Ada mitra, dia dipotong Rp1.500, ada yang dipotong Rp2.000, bayangkan! Yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi,” jelasnya.

BGN Evaluasi Hubungan Mitra dan Yayasan

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, pihaknya akan menertibkan hubungan kerja sama yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan MBG. Yayasan yang tidak memiliki peran dalam pembinaan, pengawasan, maupun penyelenggaraan program tetapi hanya meminta setoran akan dievaluasi.

“Orang-orang yang tidak ada andil, tidak membina, tidak ikut repot, tidak modal, tidak ikut sibuk, tidak mengawasi, tidak ada andil apa pun, hanya minta kejar setoran, itu semua akan kita cut off,” tegasnya.

Untuk mencegah persoalan serupa, BGN menyiapkan mekanisme baru melalui pembaruan PKS antara BGN dengan mitra dan dapur SPPG.

Pembaruan tersebut diarahkan untuk memperjelas hubungan kerja sama sekaligus menghilangkan potongan yang tidak berkaitan dengan penyelenggaraan MBG. Dengan demikian, sumber daya yang tersedia dapat lebih banyak digunakan untuk mendukung pelayanan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

Skema Insentif SPPG Juga Diperbarui

Selain pembaruan PKS, BGN telah melakukan sejumlah penyesuaian dalam tata kelola SPPG. Salah satunya adalah perubahan mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan.

Sebelumnya, setiap SPPG memperoleh insentif Rp6 juta per hari. Mekanisme tersebut kemudian disesuaikan menjadi Rp2.000 per porsi berdasarkan jumlah penerima manfaat dan layanan yang diberikan SPPG.

Penyesuaian itu merupakan bagian dari upaya BGN menerapkan prinsip kewajaran, efisiensi, dan keadilan dalam pengelolaan layanan MBG.

BGN juga memperjelas jam kerja kepala dapur, menyediakan kanal pengaduan dan pelaporan, serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program berdasarkan kondisi di lapangan.

Menuju Tata Kelola MBG yang Lebih Baik

Sudaryono mengatakan, berbagai penyesuaian tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi yang terus dilakukan BGN sejak program MBG berjalan.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memperbaiki mekanisme yang masih memiliki kekurangan sekaligus mempertahankan praktik yang telah berjalan baik.

“Yang baik kita tambah baik, yang jelek kita perbaiki jadi tambah baik, dan kita terus kita perbaiki, insya Allah,” ujar Kepala BGN.

Ia meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan agar proses pembenahan tata kelola MBG dapat berjalan secara konsisten.

Perbaikan tata kelola tersebut diharapkan dapat memastikan sumber daya program digunakan secara tepat sekaligus menjaga kualitas makanan yang diterima peserta didik maupun kelompok penerima manfaat lainnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kemenhub RI Gencarkan Pemeriksaan Keselamatan Kapal di 8 Pelabuhan

3 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Panji Tribrata Diserahkan, Tongkat Estafet Kepemimpinan Polri Beralih ke Jenderal Suyudi

3 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Quraish Shihab hingga Rocky Gerung Jadi Penasehat Presiden

2 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman & Produksi Padi 2026 Terjaga

2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Percepat Pembangunan Ekosistem Peternakan Nasional, Lima Kawasan Dikebut Rampung 2027

2 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Prabowo Saksikan Pengucapan Sumpah Ketua & Anggota Ombudsman RI

2 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di NASIONAL