Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

ADVERTORIAL · 4 Agu 2026 18:32 WIB

Perkuat Kemudahan Berusaha & Layanan Investasi, Pemprov Kalsel Siapkan Super App Perizinan


 Perkuat Kemudahan Berusaha & Layanan Investasi, Pemprov Kalsel Siapkan Super App Perizinan Perbesar

Ricek.ID – Untuk meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus melakukan berbagai langkah perbaikan. Salah satunya melalui pengembangan super app yang akan mengintegrasikan berbagai layanan perizinan dalam satu aplikasi.

Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Kelompok Kerja (Pokja) III Bidang Administrasi Umum, Ibnu Sina, dalam kegiatan Bincang Santai Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel di Banjarmasin pada Selasa (4/8/2026).

Ibnu Sina menjelaskan penurunan penilaian pada Indeks Kemudahan Berusaha di Kalsel dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk adanya tiga kabupaten/kota yang mengalami penurunan nilai sehingga berdampak terhadap capaian provinsi secara keseluruhan.

Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan perbaikan bersama perangkat daerah terkait agar capaian tersebut dapat meningkat pada penilaian berikutnya.

“Secara keseluruhan memang ada beberapa kabupaten/kota yang mengalami penurunan nilai sehingga berpengaruh terhadap penilaian provinsi. Namun berbagai upaya perbaikan terus dilakukan agar capaian tahun depan dapat lebih baik,” ujarnya.

Ibnu Sina mengungkapkan, salah satu faktor yang turut memengaruhi pelayanan perizinan saat itu adalah adanya gangguan pada sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang terjadi secara nasional.

Gangguan tersebut menyebabkan proses penerbitan sejumlah perizinan, khususnya kategori risiko rendah dan menengah, mengalami keterlambatan sehingga berdampak terhadap kecepatan pelayanan di daerah.

“Kami sempat berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin. Saat itu memang terjadi perbaikan sistem OSS secara nasional sehingga berpengaruh terhadap layanan perizinan di berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian pelayanan,” jelasnya.

Meski demikian, Ibnu Sina menegaskan Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota terus berkomitmen melakukan pembenahan layanan sesuai kewenangan masing-masing.

Mantan Wali Kota Banjarmasin ini juga menyampaikan terdapat capaian positif yang berhasil diraih Kalsel, yakni Pemprov Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin memperoleh pengakuan sebagai instansi yang tidak memiliki catatan maladministrasi dalam pelayanan publik.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan investasi, Pemprov Kalsel sebelumnya telah meluncurkan aplikasi Bekantan untuk mendukung pelayanan perizinan yang lebih mudah dan cepat.

Ke depan, pengembangan layanan digital akan terus diperkuat melalui pembangunan super app yang mengintegrasikan berbagai layanan perizinan dari seluruh perangkat daerah ke dalam satu platform.

“Nantinya seluruh aplikasi pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan perizinan di berbagai SKPD, akan diintegrasikan dalam satu super app. Dengan demikian, investor maupun masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi yang berbeda untuk mengakses layanan pemerintah,” katanya.

Menurut Ibnu Sina, integrasi layanan digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kalsel.

Ia optimistis berbagai langkah pembenahan yang dilakukan akan berdampak pada peningkatan Indeks Kemudahan Berusaha di Kalimantan Selatan pada tahun mendatang serta memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi.

“Harapannya, berbagai upaya perbaikan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, memperbaiki indeks kemudahan berusaha, dan semakin mendorong iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

HUT ke-81 TNI, Lanal Kotabaru Bagikan Sembako kepada Masyarakat

24 September 2026 - 15:04 WIB

Dengarkan Suara Pelanggan, PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan ICONNET

23 September 2026 - 19:09 WIB

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Trending di HEADLINE