Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

EKOBIS · 11 Jun 2026 19:11 WIB

Pertamina Pastikan Keamanan Suplai Usai Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi


 Pertamina Pastikan Keamanan Suplai Usai Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Perbesar

Ricek.ID – PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Penyesuaian harga itu guna mengantisipasi lonjakan harga minyak internasional yang telah menembus kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, sekaligus demi menjamin stabilitas ketersediaan stok BBM di dalam negeri.

Hal ini diungkapkan VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, dalam Sarasehan Energi bertajuk “Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global”di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (10/6/2026).

Sigit mengatakan penyesuaian harga itu dilakukan karena selisih antara pendapatan, dan biaya operasional yang melebar telah membatasi kemampuan perusahaan untuk mengimpor BBM.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penyesuaian, volume impor yang menurun dikhawatirkan akan memicu kelangkaan stok saat terjadi lonjakan permintaan di masyarakat.

“Kami tidak ingin kondisinya terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat akan menurun. Ketika ada puncak permintaan, kondisi ini akan menjadi masalah,” ujar Sigit

Berdasarkan data perusahaan, batas atas harga keekonomian Pertamax akibat konflik geopolitik global sejak Februari 2026 sebenarnya telah melonjak tajam.

Pada April 2026, batas atas merangkak ke Rp18.745 per liter, kemudian melonjak lagi menjadi Rp20.157 pada Mei, dan menyentuh Rp20.942 per liter pada Juni 2026.

Namun, selama periode tersebut, Pertamina tetap menahan harga jual Pertamax di level Rp12.300 per liter sebelum akhirnya memutuskan kebijakan penyesuaian hari ini.

“RON 92 itu kalau di market itu harganya sudah Rp20 ribu–Rp21 ribu-an. Di Thailand, RON 91 itu Rp23 ribuan kalau dikonversi ke rupiah. Kami masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300 per liter. Pertamax Green juga seperti itu, masih bisa kami tahan kemarin. Meskipun akhirnya, dua produk itu per hari ini, kami naikkan,” kata Sigit.

Melalui siaran pers resmi Pertamina Patra Niaga, manajemen menegaskan kenaikan harga hanya berlaku untuk dua jenis BBM tersebut.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap bertahan di Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) di Rp24.800 per liter.

Begitu pula dengan BBM bersubsidi jenis Pertalite, dan Biosolar yang masing-masing tetap dipasarkan pada harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Sampaikan Duka atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi Dituntaskan

16 September 2026 - 19:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Tekankan Pentingnya Pembangunan & Transformasi Bangsa

16 September 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

16 September 2026 - 19:22 WIB

Trending di NASIONAL