Riceknews.id – Nenek Rohani Ahmad (75), di Desa Mekar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, hanya mendapat janji manis rumahnya akan mendapat program bedah rumah.

Empat tahun silam, 2021, pasca-banjir besar rumahnya sempat diusulkan agar mendapatkan bantuan rehabilitasi atau rumah bedah.

“Aparat desa sempat mengukur dan memotret langit – langit rumah. Mereka bilang rumah ini akan dapat bantuan bedah rumah, sampai sekarang tidak ada,” kata nenek Rohani saat ditemui di rumahnya belum lama tadi.

Tampak dari rumahnya, langit – langit berbahan triplek sudah lapuk, atapnya bocor beberapa, cat dinding luntur akibat banjir saban musim penghujan.

Rohani sudah tampak putus asa rumahnya akan direhab. “Saya sekarang pasrah saja,” keluhnya.

Pambakal Desa Mekar, Kastalani, saat dikonfirmasi mengakui bahwa sudah mengusulkan rumah tersebut ke instansi terkait agar mendapat bantuan rumah bedah dan rehabilitasi.

Instansi dimaksud, yakni Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.

“Tiap tahun kami telah mengusulkan, namun dari dinas terkait tidak ada respon,” kata Kastalani.

Ikas sapaan akrabnya, saat ditanya mengenai data usulan bantuan rumah bedah dan rehabilitasi dari 2021 sampai sekarang, ia hanya mengatakan sudah tidak ada lagi.

“Maaf, data yang telah lama tidak ada lagi karena arsip kami saat kantor direhab tidak dapat mencari,” tuturnya.

Di sisi lain, Camat Martapura Timur, Guslan Martin, mengaku sampai saat ini tidak pernah mengetahui adanya usulan bantuan rehabilitasi rumah tersebut.

“Kalau dari sampai sekarang, kami tidak mengetahui adanya usulan dari Desa Mekar,” kata Guslan.

Adapun Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Aswadi mengatakan hal serupa seperti Camat Martapura Timur.

“Kalau dari tahun 2021 pasca banjir besar, bantuan rumah bedah yang diturunkan itu dari Kementrian Sosial, dan di tiap tahunnya kami tidak pernah menerima usulan bantuan rumah bedah dari Desa Mekar,” ujar Aswadi.

Semakin janggal, Kabid Perumahan dari DPRKPLH Banjar, Ahmad Rizqon juga mengatakan hal serupa, pihak mereka tidak pernah menerima usulan tersebut dari Desa Mekar.

“Sejauh ini, Apdes Mekar tidak pernah mengajukan proposal bantuan rumah bedah tersebut. Usulan dari desa hanya lewat dari Musrenbang dan tidak ada BNBA (data calon penerima bantuan) nya, hanya data jumlah rumah saja. Jika dari pihak Apdes mengatakan ada, maka perlu dipertanyakan,” terangnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version