Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 27 Sep 2024 22:24 WIB

Rektor ULM di Hadapan Massa Mahasiswa Bantah Akreditasi Turun


 Rektor ULM di Hadapan Massa Mahasiswa Bantah Akreditasi Turun Perbesar

Ratusan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat ULM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyusul kabar anjloknya akreditasi kampus, Jumat (27/9/2024) sore.

Aksi tersebut dimulai dengan long march dari gerbang kampus hingga ke halaman Gedung Rektorat.

Para mahasiswa tidak hanya berorasi, tetapi juga menampilkan teatrikal sebagai bentuk protes mereka.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa mengenakan kemeja putih dan topeng bertuliskan “Guru Besar,” yang menggambarkan dugaan ketidaksesuaian prosedural dalam pemberian gelar guru besar kepada puluhan dosen di ULM.

Selain itu, para mahasiswa juga melepas jaket almamater mereka sebagai simbol kekecewaan atas penurunan akreditasi kampus dari A menjadi C.

Ketua BEM ULM, Syamsu Rizal, dalam orasinya menyatakan kekecewaan besar mahasiswa terhadap kondisi kampus saat ini.

Ia menuntut agar pihak rektorat segera mengambil langkah konkrit untuk memulihkan akreditasi kampus.

> “Kami ingin pihak kampus lebih transparan dan serius dalam menyelesaikan masalah ini. Akreditasi kampus turun, tentu ini berdampak langsung pada kami sebagai mahasiswa. Kami tidak bisa tinggal diam,” tegas Syamsu Rizal.

Sementara itu, Rektor ULM, Alim Bachri, saat menemui massa aksi, membantah kabar penurunan akreditasi tersebut.

Menurutnya, ULM masih memegang akreditasi A atau Unggul, dan informasi yang beredar di masyarakat terkait penurunan akreditasi adalah tidak benar.

> “Saya tegaskan, ULM masih memiliki akreditasi A. Tidak ada penurunan akreditasi. Namun, kami memang sedang melakukan evaluasi terkait beberapa program studi yang mendapat perhatian lebih,” ujar Alim Bachri di hadapan mahasiswa.

Selain itu, Alim Bachri juga memastikan bahwa pihak kampus telah mengajukan pemberhentian salah satu profesor dari Program Studi Teknik Informatika, yang diduga terlibat dalam praktik mafia jurnal.

Tindakan tegas ini diambil sebagai upaya untuk menjaga integritas dan kredibilitas universitas.

Aksi ini sendiri ditutup dengan penandatanganan bersama antara Rektor ULM bersama perwakilan mahasiswa terkait komitmen untuk bekerja sama dalam memulihkan akreditasi universitas dan mengembalikan reputasi ULM di tingkat nasional.

Kabar mengenai penurunan akreditasi ini bermula dari beredarnya surat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tertanggal 20 September 2024 yang menyatakan adanya sanksi penurunan akreditasi ULM dari A menjadi C.

Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan kasus beberapa guru besar ULM yang gelarnya dicabut karena masalah prosedural, serta adanya pemeriksaan terhadap 20 guru besar lainnya yang diduga bermasalah dalam proses pengajuan gelar.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

6 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

30 September 2026 - 07:40 WIB

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Trending di HEADLINE