Pemkab Banjar melalui Dinas PUPR sedang melaksanakan proyek pelebaran jalan poros A Yani di sekitar Monumen Hari Jadi (Harjad) atau terkenal dengan Tugu Pancasila.

Guna melebarkan jalan, keberadaan terminal yang persis di samping Jalan A Yani itu kini menyempit. Para sopir angkutan umum pun dibikin was – was soal rencana penataan terminal.

Sasi, salah satu sopir angkutan umum di terminal Martapura menuturkan bahwa pelebaran Jalan A Yani sudah bagus, hanya saja penataan taksi di terminal belum ada kejelasan.

Ia lantas khawatir jika tiba – tiba terminal dipindah. “Ini membuat calon penumpang menjadi bingung jika nantinya lokasi terminal dipindah,” jelas Sasi, Selasa (9/7/2024).

Iban, seorang sopir lainnya mengatakan karena terminal menyempit, ia menyarankan warung yang kosong agar dibongkar saja.

“Karena warungnya tidak aktif, lebih baik dibongkar saja untuk pelebaran terminal,” sarannya.

Iban melanjutkan, kalau pun nantinya terminal dipindah, ia tidak mempermasalahkan, asalkan masih di samping Jalan Ahmad Yani.

“Yang penting masih di sekitar sini,” imbuh Iban ingin terminal masih tetap di sekitar terminal sekarang.

Samlani juga turut mendukung ide pembongkaran warung yang tidak aktif tersebut. Alasannya, sering dijadikan tempat mabuk – mabukan.

“Warung yang tidak aktif sering digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab, akhirnya mengganggu suasana di terminal,” terang pria yang sudah 25 jadi sopir ini.

Salmani berharap, adanya pelebaran jalan agar pengelolaan Terminal Martapura sebagai ruang publik untuk transportasi umum agar lebih diperhatikan lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengatakan pihaknya saat ini belum ada rencana memindahkan lokasi terminal.

Namun ia memastikan bahwa akan ada penataan Terminal Martapura. Itu akan dilakukan setelah pelebaran jalan dan penataan pedestrian rampung dikerjakan Dinas PUPRP Banjar.

“Perencanaan penataan terminal tahun depan. Setelah pelebaran dan penataan pedestrian selesai, kami akan menata terminal supaya lebih indah,” ujar Nyoman, Kamis (11/7).

Nyoman mengakui, kondisi terminal saat ini tidak memenuhi kualifikasi standar. “Makanya terminal perlu ditata lagi, seperti pemasangan jalur evakuasi, titik kumpul, hingga standar pelayanan minimal,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version