Banjarbaru, Ricek.ID – Volume sampah harian di Kota Banjarbaru diklaim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalami penurunan selama Ramadan 1447 Hijriah, meski aktivitas masyarakat dan keberadaan Pasar Ramadan meningkat di berbagai titik.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Banjarbaru, Subrianto, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut terpantau dari arus masuk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Berdasarkan data terbaru, pada dua minggu sebelum Ramadan volume sampah yang masuk ke TPA rata-rata mencapai sekitar 180 ton per hari. Namun pada dua minggu pertama Ramadan, jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 170 ton per hari,” ujarnya.
Menurut Subrianto, perbandingan tersebut dihitung dari total timbulan sampah yang masuk ke TPA setiap harinya.
“Kami membandingkan total timbulan sampah yang masuk ke TPA setiap hari. Meski aktivitas masyarakat seperti berburu takjil dan buka puasa bersama meningkat selama Ramadan, secara keseluruhan volume sampah justru berkurang sekitar 10 ton per hari,” jelasnya.
Penurunan ini dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru yang sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran tentang Gerakan Pengurangan Sampah Plastik.
“Kami terus mengimbau masyarakat, pedagang, hingga pengunjung Pasar Ramadan untuk lebih bijak dengan beralih menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali atau reusable,” tambah Subrianto.
Meski menunjukkan tren positif, DLH Banjarbaru tetap mengingatkan masyarakat agar terus menjaga konsistensi dalam mengelola sampah.
Pemerintah berharap peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial selama Ramadan tidak diiringi dengan meningkatnya timbulan sampah plastik yang dapat merusak lingkungan.
Pewarta: Rachman
