Banjarbaru, Ricek.ID – Kebakaran kembali terjadi di Kota Banjarbaru. Sebuah bangunan warung makan Cobek Ireng yang berlokasi di Jalan Mistar Cokrokusumo, kawasan Ratu Elok, Kelurahan Sungai Besar, dilaporkan terbakar pada Senin malam (9/3/2026) sekitar pukul 23.33 WITA.
Menerima laporan tersebut, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjarbaru segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Damkar dan Evakuasi Penyelamatan Banjarbaru, Syafrullah.
Api berhasil dilokalisir sekitar 20 menit setelah petugas tiba di lokasi kejadian. Upaya pemadaman turut dibantu oleh Damkar Provinsi Kalimantan Selatan serta relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK/PMK) gabungan yang berada di sekitar lokasi.
“Musibah kebakaran ini kami perkirakan menghanguskan hampir 100 persen bangunan. Pemiliknya atas nama Rizki,” ujar Syafrullah di lokasi kebakaran.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan warung makan dengan ukuran sekitar 8 x 12 meter. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Selain itu, petugas juga melakukan pendataan di lokasi kejadian.

Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, sebagian besar petugas menggunakan suplai air dari tangki armada pemadam. Hal ini dikarenakan akses menuju hidran berada cukup jauh dari lokasi kejadian.
“Sebagian besar armada yang datang membawa tangki air, sehingga kami menggunakan suplai dari tangki masing-masing. Untuk hidran jaraknya memang cukup jauh dari lokasi,” jelas Syafrullah.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur warung makan yang saat itu dalam kondisi tutup.
“Menurut saksi mata, api awalnya terlihat dari dapur. Tidak ada informasi apakah ada orang di dalam bangunan saat kejadian, namun yang jelas warung dalam keadaan tutup,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun bangunan warung makan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.