Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 28 Sep 2026 12:50 WIB

50 Relawan Destana Teluk Selong Ulu Siap Hadapi Bencana


 50 Relawan Destana Teluk Selong Ulu Siap Hadapi Bencana Perbesar

Kabupaten Banjar- Sebanyak 50 warga Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, kini menjadi bagian dari relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Mereka dipersiapkan untuk mengambil peran dalam menghadapi kondisi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah tersebut.

Kesiapan itu dibangun melalui rangkaian pembekalan yang berlangsung selama 14 hari, 14 hingga 28 September 2026. Para peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai mitigasi dan pencegahan, tetapi juga dilatih memahami proses evakuasi, penyelamatan, manajemen logistik hingga pengelolaan dapur umum.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Senin (28/9/2026), setelah para peserta mengikuti berbagai materi dan simulasi penanganan keadaan darurat. Praktik tersebut menjadi bagian penting untuk menguji kesiapan relawan dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan keberadaan Destana harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan tidak boleh berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Harapan kami tentunya setelah selesai, setelah Destana sudah dibentuk, jangan sampai apa yang telah disampaikan oleh narasumber, instruktur dan fasilitator menjadi sia-sia. Semua yang telah disampaikan silakan diterapkan dan diimplementasikan pada saat terjadi hal-hal yang berkaitan dengan penanganan dan penanggulangan bencana,” ujar Wasis.

Ia menekankan, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum situasi darurat terjadi. Langkah mitigasi dan pencegahan diperlukan untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban maupun kerugian yang ditimbulkan.

Teluk Selong Ulu sendiri memiliki pengalaman menghadapi sejumlah ancaman, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan hingga angin puting beliung. Kondisi tersebut membuat kapasitas warga menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat respons di tingkat desa.

Wasis berharap Teluk Selong Ulu dapat menjadi contoh bagi desa lain, khususnya di Kecamatan Martapura Barat. Ketika terjadi banjir maupun ancaman lainnya, desa diharapkan mampu mengambil langkah awal secara cepat, terukur, dan tetap terkoordinasi dengan unsur terkait.

“Misalnya nanti ada bencana banjir, Desa Teluk Selong merupakan desa yang pertama kali siap melakukan upaya-upaya yang baik, baik pencegahan, penyelamatan maupun penanggulangan bencana lainnya,” katanya.

Selain kemampuan evakuasi dan penyelamatan, para relawan juga dibekali pengetahuan mengenai dukungan logistik dan dapur umum. Wasis mendorong keterampilan tersebut terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan lintas sektor agar penanganan keadaan darurat dapat berjalan lebih efektif.

Kepala Desa Teluk Selong Ulu, Hery, menyambut keberadaan para relawan sebagai kekuatan baru bagi desanya. Ia berharap pembekalan yang telah diterima dapat membuat warga lebih siap menentukan langkah ketika menghadapi situasi darurat.

“Warga kami yang sudah terbentuk dalam relawan Destana nantinya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa siap selalu. Dengan adanya motivasi dari narasumber, harapannya tentu bisa lebih siap dalam menghadapi apapun situasi,” ujar Hery.

Pemerintah desa juga berkomitmen mendukung keberadaan Destana melalui koordinasi bersama BPBD Kabupaten Banjar serta masyarakat. Dukungan terhadap warga terdampak sebelumnya telah dilakukan, salah satunya melalui penyaluran logistik ketika banjir melanda.

Ketua Destana Teluk Selong Ulu, Syarifuddin, menilai rangkaian pembelajaran dan simulasi memberikan bekal penting bagi para relawan. Terutama untuk menghadapi banjir yang selama ini menjadi salah satu ancaman yang berulang di wilayah mereka.

“Dengan terbentuknya Destana yang telah melalui pembelajaran dalam beberapa hari ini, termasuk simulasi dan penutupan hari ini, tentunya memberi dampak yang baik bagi masyarakat Desa Teluk Selong Ulu,” katanya.

Menurut Syarifuddin, 50 anggota yang tergabung dalam Destana harus mampu menerjemahkan pembekalan tersebut ke dalam tindakan nyata ketika warga membutuhkan bantuan.

“Seluruh anggota Destana yang ada, 50 orang, dapat bermanfaat dan membantu masyarakat. Destana Teluk Selong Ulu siap,” tegasnya.

Keberadaan Destana di Teluk Selong Ulu kini menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Tantangannya bukan lagi sekadar membentuk relawan, tetapi memastikan kemampuan yang telah diperoleh tetap terpelihara dan siap digunakan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bernapas dalam Asap: Nestapa Warga di Tengah Karhutla Lahan

27 September 2026 - 13:42 WIB

Angkat Tema Lingkungan, MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana

26 September 2026 - 22:19 WIB

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Kalsel Siapkan Strategi Jaga Daya Beli Masyarakat

24 September 2026 - 22:09 WIB

Rapat Koordinasi Pengelolaan Pengaduan SP4N-LAPOR! 2026, Sekda Kalsel Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Pengaduan Masyarakat

24 September 2026 - 22:04 WIB

Tim Percepatan & Perluasan Digitalisasi Daerah Kalsel Raih Championship TP2DD Terbaik Nasional

24 September 2026 - 21:56 WIB

Trending di ADVERTORIAL