Kotabaru- Keterbatasan infrastruktur pesisir kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Warga Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, mengeluhkan belum tersedianya dermaga sandar yang memadai, sehingga aktivitas nelayan terganggu, terutama saat air laut surut.
Keluhan tersebut mencuat setelah sebuah video kondisi pesisir Desa Labuan Mas beredar di media sosial, Minggu (1/11/2026). Dalam rekaman itu, terlihat perairan surut hingga menyisakan hamparan lumpur dan kawasan terumbu di sekitar pantai.
Sejumlah perahu nelayan berukuran kecil tampak kandas dan tidak dapat merapat ke daratan. Ketiadaan dermaga atau jembatan sandar membuat nelayan harus menambatkan perahu cukup jauh dari tepi pantai.
Dalam video tersebut, perekam menyampaikan bahwa kondisi tanpa fasilitas dermaga itu telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Ngeri, tidak ada dermaganya puluhan tahun sudah. Kasihan buat nelayan. Surut bosku,” ucap perekam dalam video tersebut.
Keluhan juga disampaikan melalui tulisan yang menyertai rekaman tersebut, yang mempertanyakan belum adanya pembangunan jembatan maupun fasilitas penunjang bagi masyarakat Desa Labuan Mas.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan akses menuju daratan. Saat air laut surut, nelayan harus berjalan menerobos lumpur untuk menjangkau perahu maupun menariknya ke tepi pantai. Aktivitas bongkar muat hasil tangkapan pun menjadi lebih sulit dan membutuhkan tenaga serta waktu tambahan.
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan, keberadaan dermaga sandar merupakan infrastruktur penting untuk menunjang mobilitas dan kelancaran aktivitas ekonomi pesisir.
Warga berharap pemerintah tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera melakukan peninjauan terhadap kebutuhan pembangunan dermaga di Desa Labuan Mas.
Aspirasi itu ditujukan kepada Pemerintah Desa Labuan Mas, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru, hingga dinas terkait agar dapat mengidentifikasi kebutuhan serta menindaklanjuti pembangunan fasilitas sandar bagi nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai rencana pembangunan dermaga di wilayah tersebut. Warga berharap keluhan yang telah disuarakan ini mendapat perhatian serius, sehingga persoalan infrastruktur pesisir yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tidak terus berlarut dan nelayan dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih mudah.















