Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 22 Agu 2026 18:29 WIB

776 Hotspot Terdeteksi, Lahan Kalsel Masih Sangat Mudah Terbakar


 776 Hotspot Terdeteksi, Lahan Kalsel Masih Sangat Mudah Terbakar Perbesar

Ricek.ID – BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencatat sebanyak 776 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan pada Sabtu (22/8/2026). Hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawan Utari Randiana mengatakan, sebaran asap pada 21 Agustus 2026 meluas dari Kalsel hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Di Kalsel, asap terutama terpantau di wilayah bagian barat dan utara.

“Arah angin di wilayah Kalsel umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5 sampai 15 knot,” ujarnya saat mengikuti rapat harian Satgas Udara Karhutla Kalsel di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor Banjarbaru pada Sabtu (22/8/2026).

Utari menyebutkan, asap mulai terdeteksi sekitar pukul 02.00 WITA dan menyebabkan penurunan jarak pandang. Pada pukul 07.00 WITA, jarak pandang di sejumlah wilayah tercatat berkisar 3.500 hingga 200 meter.

Untuk curah hujan, dalam 24 jam terakhir BMKG mencatat 6 milimeter di wilayah Tabalong berdasarkan pengamatan ARG Jaro. Sementara model prakiraan curah hujan pada 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil.

Utari menjelaskan, potensi pertumbuhan awan hujan di Kalsel masih rendah, di bawah 50 persen, dan tidak terdapat potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB). Kondisi ini membuat peluang hujan belum merata di wilayah Kalsel.

“Untuk tingkat kemudahan terbakar lahan hari ini dan besok masih berada pada kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Prakiraan cuaca Kalsel hari ini umumnya cerah berawan hingga berpotensi asap atau udara kabur pada malam hingga dini hari. Pada 23 Agustus mulai terdapat potensi hujan lokal berskala ringan, terutama di wilayah timur dan selatan Kalsel.

Khusus kawasan Bandara Syamsudin Noor, angin diprakirakan bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata 7 knot. BMKG juga memperkirakan potensi asap kembali muncul pada dini hari.

Untuk prospek bulanan, curah hujan September diprakirakan masih sangat rendah hingga rendah. Peningkatan mulai terjadi pada Oktober di wilayah utara Kalsel, kemudian pada November curah hujan kategori menengah diprakirakan mulai meluas. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla tetap perlu ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinsos Kalsel Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perlinsos Digital

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kemenkop Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi, Diskop UKM Kalsel Apresiasi Literasi Perkoperasian

9 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di ADVERTORIAL