Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 17 Jul 2025 19:59 WIB

DKUMPP Banjar: Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg Karena Tanggal Merah


 Warga antre gas elpiji 3Kg bersubsidi di pasar murah yang diadakan Pemkab Banjar di Kecamatan Martapura Timur, Jumat (4/7/2025). foto: Haris/Riceknews Perbesar

Warga antre gas elpiji 3Kg bersubsidi di pasar murah yang diadakan Pemkab Banjar di Kecamatan Martapura Timur, Jumat (4/7/2025). foto: Haris/Riceknews

Riceknews.Id – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar mengungkap hasil rapat mereka dengan PT Patra Niaga Pertamina terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi, atau yang akrab disebut gas melon. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada kekosongan pasokan (supply), bukan distribusi yang tersendat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, mengatakan bahwa keterangan dari pihak Pertamina sejalan dengan keluhan para agen sebelumnya.

Plt Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi.

“Ketika libur panjang akhir Mei sampai awal Juli lalu, pengisian dari SPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) tidak dilakukan karena tanggal merah,” kata Rudy pada Kamis (17/7/2025).

Rudy menjelaskan, kondisi kekosongan gas melon tersebut diakibatkan oleh kebijakan Pertamina untuk tidak melakukan pengisian pada hari libur.

“Misalnya, dua truk dijadwalkan mengisi pada hari tersebut, namun karena libur, pengiriman itu tidak berjalan. Meskipun demikian, pengisian diganti di hari kerja berikutnya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, gangguan penyediaan pasokan gas melon ini berdampak langsung terhadap konsumen. “Penyaluran pasokan tidak maksimal karena tertunda, tapi tidak ada kendala dalam distribusinya,” tambahnya.

DKUMPP Banjar akhirnya meminta kepada pihak Pertamina agar pengiriman tetap dilakukan meskipun sedang libur. “Kami sudah minta ke Pertamina agar pengiriman tetap dilaksanakan agar tidak terjadi kekosongan seperti sekarang,” imbuh Rudy.

Meski begitu, pihaknya tengah menyusun regulasi pengawasan agar aktivitas pengecer dapat dikontrol. “Kami sedang mencari dasar hukum yang tepat, mungkin nanti bisa disisipkan dalam peraturan daerah agar pengawasan bisa lebih efektif,” tegas Rudy.

Rudy juga mengklarifikasi dugaan penimbunan gas melon di pangkalan. Ia memastikan tidak ditemukan indikasi tersebut. “Insyaallah tidak ada penimbunan. Kami sudah beberapa hari melakukan pengawasan langsung ke beberapa pangkalan dan sejauh ini masih sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Banjar memiliki kuota gas melon sekitar 5.086.000 tabung per tahun atau kurang lebih 400 ribu tabung per bulan.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Pajak Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

1 Juli 2026 - 07:04 WIB

Kebakaran Landa Desa Pingaran Ilir, BPBD Banjar Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Korban

1 Juli 2026 - 06:52 WIB

Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan, DKPP Banjar Bersama Akademisi ULM Uji Teknologi Pemantau Kualitas Air Aquanotes

30 Juni 2026 - 15:46 WIB

Akhiri Kekosongan Jabatan Definitif, Hayatun Nupus Resmi Pimpin Disdukcapil Kabupaten Banjar

30 Juni 2026 - 15:38 WIB

Perkuat Reformasi Birokrasi, Pemkab Banjar Kembali Lantik 64 Pejabat

30 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cetak Regenerasi Seniman Muda, Disbudporapar Banjar Tutup Pelatihan Musik Panting

30 Juni 2026 - 06:10 WIB

Trending di ADVERTORIAL