Martapura, Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar resmi melakukan transformasi kelembagaan di bidang perencanaan pembangunan dengan mengukuhkan perubahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Pengukuhan tersebut dirangkai dengan pelantikan serta penataan struktur organisasi secara menyeluruh yang dipimpin Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi di Aula Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM Kabupaten Banjar, Selasa pagi.
Perubahan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran lembaga perencanaan agar lebih adaptif terhadap dinamika pembangunan. Dengan struktur dan nomenklatur baru, lembaga ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan berbasis data, riset, dan inovasi sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.
Salah satu perubahan signifikan terdapat pada bidang yang sebelumnya menangani penelitian, pengembangan dan inovasi, kini difokuskan menjadi Bidang Riset dan Inovasi. Perubahan ini menegaskan pentingnya riset sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Melalui penguatan tersebut, berbagai kajian ilmiah, penelitian terapan, serta inovasi daerah diharapkan dapat berkembang lebih optimal guna mendukung program pembangunan di Kabupaten Banjar.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, reformasi birokrasi harus mampu menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan tidak berbelit-belit.
“Penyederhanaan struktur organisasi menjadi kunci untuk menciptakan birokrasi yang lebih lincah, efisien, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Pelantikan yang dilakukan bersamaan dengan pengukuhan tersebut juga diikuti sejumlah perubahan jabatan. Beberapa pejabat mendapatkan promosi, sementara lainnya mengalami rotasi sebagai bagian dari penyesuaian struktur organisasi yang baru.
Selain itu, sejumlah jabatan struktural eselon IV turut dialihkan menjadi jabatan fungsional Perencana Muda. Langkah ini sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi yang mendorong penguatan jabatan fungsional agar kinerja perencanaan pembangunan semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil.
Dengan transformasi kelembagaan ini, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Banjar semakin berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
















