Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

DAERAH · 13 Mei 2026 20:29 WIB

Fokus Distribusi & Pasokan Pangan, DPKP Kalsel Perkuat Penggilingan Padi


 Fokus Distribusi & Pasokan Pangan, DPKP Kalsel Perkuat Penggilingan Padi Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) menggelar Pertemuan Alur Distribusi, Pasokan dan Akses Pangan Tingkat Penggilingan di Banjarbaru pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat tata kelola distribusi pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di daerah.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel terus berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup, distribusi yang lancar, serta akses yang terjangkau bagi seluruh masyarakat,” katanya

Menurutnya, Kalsel memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas padi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi beras Kalsel pada 2025 mencapai 697.788 ton atau meningkat 88.615 ton dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 609.172 ton. Kenaikan tersebut setara 14,55 persen.

“Peningkatan produksi ini menunjukkan upaya peningkatan produksi telah berjalan dengan baik. Namun peningkatan tersebut harus diimbangi dengan sistem distribusi dan tata kelola pasokan yang efektif,” ujarnya.

Syamsir menegaskan tanpa sistem distribusi yang baik, ketersediaan pangan tidak otomatis menjamin keterjangkauan dan stabilitas harga di masyarakat.

Dalam rantai pasok beras, penggilingan padi disebut memiliki posisi strategis karena menjadi titik temu antara hasil produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat. Di tingkat penggilingan inilah kualitas beras ditentukan, efisiensi pasokan dijaga, dan stabilitas harga sangat dipengaruhi.

Oleh Karena itu, penguatan peran penggilingan padi dinilai perlu menjadi perhatian bersama, baik dari sisi teknologi, kapasitas produksi, manajemen usaha, maupun keterhubungan dengan sistem distribusi yang lebih luas.

Syamsir juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, di antaranya belum optimalnya konektivitas distribusi antarwilayah, fluktuasi pasokan pada musim tertentu, keterbatasan akses informasi pasar, hingga perlunya modernisasi dan efisiensi di tingkat penggilingan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pangan daerah.

“Melalui forum ini, Pemprov Kalsel berharap dapat membangun kesepahaman bersama dalam memperbaiki alur distribusi pangan, memperkuat manajemen pasokan, serta meningkatkan akses pangan yang merata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan berkelanjutan, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam distribusi pangan, penguatan kelembagaan penggilingan, serta peningkatan kemitraan antara petani, penggilingan, dan distributor.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha penggilingan untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga standar mutu, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam sistem pangan daerah,” katanya.

Syamsir optimistis melalui kerja sama dan komitmen yang kuat, Kalsel mampu mewujudkan sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Satgas BBM Kalsel Sidak Sejumlah SPBU, Belum Temukan Indikasi Penyelewengan

14 Mei 2026 - 16:01 WIB

Disbunnak Kalsel Imbau Penjual Hewan Kurban Jaga Kesehatan Ternak

13 Mei 2026 - 21:35 WIB

Jelang Iduladha 2026, Ketersediaan Hewan Kurban Di Kalsel Lebih dari 23.000 Ekor

13 Mei 2026 - 21:28 WIB

Ringankan Beban Masyarakat, Pasar Murah Disperdagin Banjarmasin Diserbu Warga

13 Mei 2026 - 21:21 WIB

Kontingen Banjarmasin di POPDA 2026 Dilepas, Targetkan Raih Juara Umum

13 Mei 2026 - 21:09 WIB

Lampaui Pertumbuhan Nasional, Ekonomi Kalsel Triwulan I 2026 Tumbuh 5,67 Persen

13 Mei 2026 - 20:55 WIB

Trending di DAERAH