Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

DAERAH · 19 Mei 2026 11:12 WIB

Pemprov Kalsel Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Iduladha


 Pemprov Kalsel Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Iduladha Perbesar

Ricek.ID – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) terus lakukan langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah melalui pelaksanaan pasar murah di 13 kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disdag Kalsel Adilla Redha Yanti usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru pada Senin (18/5/2026).

Adilla mengatakan kegiatan pasar murah saat ini tengah berjalan dan menyasar seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika situasi ekonomi global.

“Pasar murah yang kami laksanakan saat ini merupakan momentum menjelang Iduladha. Kegiatan dilaksanakan di 13 titik di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan saat ini tim masih bergerak ke beberapa daerah,” ujarnya.

Adilla menjelaskan kegiatan pasar murah tahun 2026 menjadi program yang dinilai tepat waktu karena bertepatan dengan kondisi global yang berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini ada kegiatan pasar murah menjelang Iduladha. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hadir untuk memberikan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Disdag Kalsel membawa sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga teh yang diperoleh langsung dari distributor di Banjarmasin.

Barang-barang tersebut kemudian dijual ke masyarakat di daerah dengan harga distributor tanpa adanya kenaikan harga.

“Kami membawa barang langsung dari distributor dan dijual kepada masyarakat dengan harga yang sama seperti dari distributor. Tidak ada kenaikan harga, bahkan Rp100 pun tidak ada,” jelasnya.

Menurut Adilla, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah sangat tinggi, khususnya untuk komoditas minyak goreng yang menjadi produk paling diminati.

“Kami bisa membawa sekitar 1.200 liter minyak goreng dalam satu titik dan selalu habis. Minyak goreng memang menjadi primadona di masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menghindari adanya penjualan kembali oleh oknum tertentu, pihaknya menerapkan pembatasan pembelian bagi masyarakat.

“Mekanismenya, setiap pembeli maksimal hanya boleh membeli dua barang agar tepat sasaran dan tidak diperjualbelikan kembali,” tambahnya.

Adilla menegaskan pasar murah menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Buka Sosialisasi Penguatan Daya Saing Pasar Rakyat

19 Mei 2026 - 20:22 WIB

Geopolitik Global Masih Panas, Mendagri Minta Pemda Waspada Dampak Ekonomi

19 Mei 2026 - 20:15 WIB

Perkuat Tata Kelola Pendidikan, Pemkab Banjar Lantik 102 Kepala Sekolah

19 Mei 2026 - 20:09 WIB

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kompetensi Pengurus Koperasi

19 Mei 2026 - 20:02 WIB

Penyaluran Pelita Warna di Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Wali Kota Dukung Kemandirian Warga Binaan

19 Mei 2026 - 19:54 WIB

Evaluasi Progres Pembangunan, Sekda Banjar Pastikan Bermanfaat Langsung bagi Masyarakat

19 Mei 2026 - 19:43 WIB

Trending di ADVERTORIAL