Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

INTERNASIONAL · 17 Jul 2026 20:24 WIB

Pembentukan Organisasi AI Global WAICO, Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri


 Pembentukan Organisasi AI Global WAICO, Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Perbesar

Ricek.ID – Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional yang dibentuk untuk memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Keikutsertaan Indonesia ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO di Shanghai, Tiongkok pada Kamis (16/7/2026). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menghadiri penandatanganan tersebut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Delegasi Pemerintah Indonesia.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres sebagai bentuk dukungan PBB terhadap pembentukan organisasi internasional tersebut.

WAICO merupakan organisasi antarpemerintah yang bersifat independen dan nirlaba di bawah kerangka kerja PBB. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong inovasi kecerdasan artifisial sekaligus memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat melalui prinsip AI for Good and for All.

Melalui WAICO, negara-negara anggota akan memperkuat kerja sama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses terhadap teknologi AI, pengembangan teknologi AI yang terbuka, inklusif, dan berkeadilan, serta penguatan tata kelola dan etika AI pada tingkat global.

Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai negara pendiri WAICO diharapkan memperkuat posisi nasional dalam ekosistem AI internasional sekaligus mendukung percepatan pengembangan ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Momentum tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi investasi, pengembangan teknologi, serta kolaborasi internasional pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Dalam rangkaian pembentukan WAICO, Indonesia juga akan mengikuti informal preparatory session on the establishment of WAICO pada 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo sebagai Ketua Delegasi Pemerintah Indonesia, didampingi Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital Aju Widya Sari serta Minister Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.

Wamen Angga Raka Prabowo menegaskan keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri WAICO menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional sekaligus memperluas kolaborasi lintas negara dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE