Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

INTERNASIONAL · 28 Mei 2026 19:39 WIB

Geopolitik Dunia Bergeser, Indonesia Dorong Reformasi PBB


 Geopolitik Dunia Bergeser, Indonesia Dorong Reformasi PBB Perbesar

Ricek.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan sistem internasional saat ini harus segera beradaptasi dengan perubahan geopolitik melalui reformasi menyeluruh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK) PBB.

Langkah itu dinilai krusial agar organisasi multilateral tersebut tetap relevan dalam merespons berbagai dinamika global, konflik internasional baru, serta tantangan modern seperti kecerdasan buatan (AI), dan krisis lingkungan.

Menurut Sugiono, arsitektur keamanan global yang ada sekarang masih mengacu pada tatanan pasca-Perang Dunia II yang dibentuk sekitar 80 tahun lalu, sehingga sudah tidak akomodatif terhadap realitas kontemporer.

Indonesia secara khusus menyoroti terbatasnya keterwakilan negara-negara berkembang (Global South) di DK PBB serta penggunaan hak veto yang dinilai sering kali mengunci jalan keluar atas krisis kemanusiaan dan politik internasional.

“Kalau dalam bahasa yang lebih mudah kita menganggap bahwa relevansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang terjadi. Karena kita ketahui bersama pada saat didirikan situasinya adalah situasi pasca perang dunia ke-2 waktu itu,” ujar Menlu dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu (27/5/2026).

Selain menyuarakan reformasi kelembagaan, Menlu RI kembali menegaskan posisi teguh Indonesia dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Sugiono menyebutkan penyelesaian isu Palestina merupakan ujian nyata bagi kredibilitas dan taji PBB di mata dunia.

“Kemerdekaan rakyat Palestina berdasarkan solusi dua negara merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai dan untuk ini tentu saja peran PBB, peran Dewan Keamanan merupakan sesuatu yang sangat instrumental dalam rangka mencapai tujuan tersebut,” tegasnya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan komunitas internasional akan pentingnya kepatuhan terhadap hukum laut internasional, termasuk Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).

Penegakan hukum itu dinilai vital demi mencegah wilayah laut bergeser menjadi arena perebutan kekuasaan atau instrumen tekanan politik antarnegara.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia menyampaikan tuntutan keras terkait pelindungan keselamatan berlapis bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Desakan itu menyusul gugurnya empat personel militer Indonesia yang tengah bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Puncak Haji, Kemenhaj Pastikan Pelayanan Haji Terkendali

28 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pasokan Aman, Wamentan Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Nasional

28 Mei 2026 - 19:59 WIB

Game Changer Pemerataan Digital, Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Diluncurkan

28 Mei 2026 - 19:54 WIB

Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

28 Mei 2026 - 19:48 WIB

Kemenkes Tingkatkan Anggaran Perkuat Layanan & Akses Pengobatan Kesehatan Jiwa

28 Mei 2026 - 19:43 WIB

Menhaj Sebut Haji 2026 Jadi Tonggak Baru Pelayanan Jemaah Indonesia

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Trending di NASIONAL