Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

ADVERTORIAL · 18 Jun 2026 16:32 WIB

Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Banjar Siagakan 130 Tandon Air


 Hadapi Puncak Kemarau, BPBD Banjar Siagakan 130 Tandon Air Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai perkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Selain menyiapkan armada distribusi air bersih, BPBD juga telah menyiagakan ratusan tandon air untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi seiring prediksi musim kemarau yang cukup panjang dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

“Musim kemarau sudah mulai terasa. Beberapa masyarakat bahkan sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Kami sudah melakukan dropping air bersih ke Pondok Pasantren di Beruntung Baru menggunakan satu unit tangki berkapasitas 4.500 liter,” ujarnya.

Menurut Wasis, seluruh armada, personel, hingga sumber air bersih telah dipersiapkan. Kualitas air yang akan didistribusikan kepada masyarakat juga telah melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan aman digunakan.

BPBD Banjar saat ini menyiapkan sekitar 130 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter per unit yang dapat digunakan untuk mendukung pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

Selain penyediaan air bersih, BPBD juga melakukan pengecekan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pompa air, selang pemadam, armada operasional, serta kesiapan personel yang akan diterjunkan apabila terjadi kondisi darurat.

“Kami juga terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau,” katanya.

Wasis menjelaskan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD. Untuk lembaga seperti pondok pesantren maupun fasilitas umum, pengajuan dapat dilakukan melalui surat resmi, sedangkan masyarakat umum dapat berkoordinasi melalui pemerintah desa setempat.

Ia mengakui kemampuan distribusi BPBD memiliki keterbatasan sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan daerah air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejumlah wilayah yang kerap mengalami kekeringan antara lain kawasan Tatah Makmur, wilayah Astambul, hingga beberapa desa yang selama ini menjadi langganan distribusi air bersih saat kemarau panjang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan efisien. Selain itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat memperparah dampak musim kemarau,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dengarkan Suara Pelanggan, PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan ICONNET

23 September 2026 - 19:09 WIB

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL