Ricek.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada jamaah pada musim haji berikutnya.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Evaluasi dan Penguatan Layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji bersama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan dan Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 H/2026 M di Banjarbaru pada Jumat (10/7/2026).
Irfan Yusuf menyampaikan Embarkasi Banjarmasin telah berhasil melayani 19 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.715 jamaah serta didukung 76 petugas. Seluruh proses keberangkatan hingga pemulangan jamaah berlangsung dengan baik dan menjadi bahan penting untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Menurutnya, seluruh data penyelenggaraan haji harus dibaca sebagai dasar untuk menyempurnakan sistem pelayanan, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pembagian peran, mitigasi risiko, koordinasi lintas sektor hingga peningkatan standar pelayanan pada musim haji mendatang.
“Saya mengajak kita semua untuk terbuka dalam evaluasi. Mari kita bongkar seluruh kekurangan, bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memperbaiki pelayanan haji di tahun-tahun berikutnya,” ujar Menhaj.
Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H mendapat berbagai apresiasi, termasuk dari Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas. Insya Allah penyelenggaraan haji tahun ini menjadi salah satu yang terbaik berkat dedikasi dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian,” kata Menhaj.
Meski demikian, Irfan Yusuf mengingatkan masih tingginya jumlah jamaah kategori risiko tinggi. Dari data Embarkasi Banjarmasin tercatat sekitar 4.580 jamaah atau hampir 70 persen merupakan jamaah risiko tinggi. Selain itu, masih terdapat jamaah yang wafat di Arab Saudi akibat gangguan pernapasan, infeksi, serta penyakit jantung.
Karena itu, ia meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit agar proses pemeriksaan kesehatan menghasilkan pemetaan risiko yang akurat, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.
Menhaj RI juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh temuan, akan dievaluasi secara menyeluruh dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“Kementerian Haji dan Umrah adalah kementerian baru yang mendapat amanah besar dari Presiden untuk bekerja secara profesional, bersih, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mencederai pelayanan kepada jamaah,” tegas Irfan Yusuf.
Sumber : MC Kalsel












