Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

EKOBIS · 12 Jul 2026 18:58 WIB

Presiden Prabowo Dorong Sinergi Koperasi & Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional di Harkopnas ke-79


 Presiden Prabowo Dorong Sinergi Koperasi & Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional di Harkopnas ke-79 Perbesar

Ricek.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan koperasi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat seluruh kekuatan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

“Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi. Kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi. Itu yang saya maksud Indonesia Incorporated,” ucap Prabowo.

Presiden menjelaskan arah pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berpijak pada cita-cita para pendiri bangsa, yakni ekonomi yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat untuk berkembang.

Pranowo menjelaskan pembangunan ekonomi nasional harus kembali berpijak pada amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.

“Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan,” ucap Presiden.

Selanjutnya, Prabowo menegaskan penguatan koperasi tidak berarti mengesampingkan peran sektor usaha lainnya. Menurut Presiden, Indonesia membutuhkan sinergi antara koperasi, UMKM, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan sektor swasta agar seluruh potensi ekonomi nasional dapat berkembang secara seimbang.

“Koperasi adalah salah satu sokoguru. Salah satu sokoguru. Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No. Kita perkuat semuanya,” tutur Presiden.

Menurut Prabowo, koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah bagi masyarakat untuk menghimpun kekuatan ekonomi. Dengan semangat gotong royong, Presiden meyakini koperasi mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada anggotanya sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

“Seperti sapu lidi, satu lidi, satu lidi, lemah. Tapi bergabung itu kekuatan. Saudara-saudara sekalian, jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia,” ujar Presiden.

Prabowo optimistis kebangkitan koperasi akan mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah. Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari desa hingga kabupaten diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga agar nilai tambah ekonomi tetap dinikmati oleh rakyat Indonesia.

“Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten, dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikan. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang. Ekonomi akan turun ke rakyat,” tuturnya.

Sumber : BPMI Setpres

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan 98 Kasus Karhutla Korporasi ke Tahap Penyidikan

20 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Pemerintah RI Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

20 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Reformasi Pasar Modal & Transparansi, OJK Akan Tindak Pelanggaran untuk Beri Efek Jera

20 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Pemerintah Pacu Ekspor & Siapkan Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Triwulan IV

20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Menko PM Gandeng Kementan Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Solusi Atasi Kabut Asap Karhutla, BRIN Kaji Penggunaan Es Kering

19 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Trending di NASIONAL