Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

EKOBIS · 10 Jul 2026 22:15 WIB

Menteri ESDM Sebut 57,6 Persen SPBU di Indonesia Salurkan Biodiesel B50


 Menteri ESDM Sebut 57,6 Persen SPBU di Indonesia Salurkan Biodiesel B50 Perbesar

Ricek.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan 57,6 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia saat ini telah mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel B50.

Hal itu disampaikannya dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 yang diselenggarakan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (9/7/2026).

Langkah strategis itu diperkuat melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar Sebesar 50 persen.

Regulasi tersebut mengatur masa transisi bagi badan usaha BBM yang masih memiliki sisa persediaan biodiesel B40 untuk menghabiskannya hingga batas waktu 30 September 2026, dengan tetap menjaga standar dan spesifikasi yang ditentukan.

Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan agar penyaluran biodiesel B50 dapat mencapai 100 persen di seluruh penjuru tanah air tepat setelah masa transisi tersebut berakhir.

“Nanti setelah transisi, semuanya sudah pakai B50,” kata Menteri ESDM.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, dari total 6.412 SPBU Biosolar yang beroperasi di Indonesia, sebanyak 3.696 SPBU tercatat sudah menyalurkan B50.

Sementara itu, 2.716 SPBU lainnya terpantau masih mendistribusikan B40. Dari sektor hulu distribusi, sebanyak 44 dari total 121 terminal BBM Pertamina—termasuk fasilitas depot, terminal transit, dan ship to ship—telah aktif memasok B50 dalam bentuk Biosolar.

Secara spasial, wilayah Jawa Bagian Barat memimpin serapan tertinggi di mana 7 dari 7 terminal BBM (100 persen) telah memfasilitasi penyaluran B50 ke 942 dari 980 SPBU (96,1 persen).

Posisi kedua ditempati oleh Jawa Bagian Tengah dengan kesiapan 6 dari 6 terminal BBM (100 persen) yang menyuplai 860 dari 904 SPBU (95,1 persen). Disusul kemudian oleh wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang mencatatkan penyaluran di 933 dari 1.272 SPBU (73,3 persen) melalui dukungan 11 dari 19 terminal BBM.

Untuk wilayah Sumatra bagian utara, B50 telah didistribusikan di 625 dari 982 SPBU (63,6 persen) dengan melibatkan 9 dari 19 terminal BBM.

Sementara itu, wilayah Kalimantan dan Sumatra bagian selatan masih mencatatkan angka realisasi yang rendah, masing-masing baru menyentuh angka 3 persen dan 11 persen penyerapan di tingkat SPBU.

Di sisi lain, wilayah Papua dan Maluku yang memiliki 21 terminal BBM dan 399 SPBU dilaporkan belum memulai penyaluran B50 sama sekali.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Optimalkan Penyaluran Biosolar di Tengah Meningkatnya Permintaan

16 Juli 2026 - 18:20 WIB

Dampak Piala Dunia 2026, Kajian KADIN Sebut Terjadi Perputaran Ekonomi Nasional Lebih dari Rp 5 Triliun

16 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM dan LPG Bersubsidi melalui Sistem Digital Terintegrasi

16 Juli 2026 - 13:08 WIB

Pekan Kedua Juli 2026, Disdag Kalsel Sebut Harga Sebagian Komoditas Pangan Mulai Mengalami Penurunan

15 Juli 2026 - 18:29 WIB

LKPP 2025 Raih Opini WTP, Sementara Ekonomi & Fiskal Indonesia Tumbuh Solid & Terjaga

15 Juli 2026 - 18:15 WIB

Tak Hanya Blokir Situs, Kemkomdigi Perkuat Kolaborasi Putus Aliran Dana Judi Online

15 Juli 2026 - 18:11 WIB

Trending di EKOBIS