Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

NASIONAL · 8 Okt 2026 20:07 WIB

BNPT Perkuat Pencegahan Ekstremisme Anak di Ruang Digital


 BNPT Perkuat Pencegahan Ekstremisme Anak di Ruang Digital Perbesar

Ricek.ID – Perkembangan teknologi digital membuka ruang yang semakin luas bagi anak dan remaja untuk belajar, berinteraksi, dan mendapatkan hiburan. Namun, ruang digital juga berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi ekstremisme yang menyasar kelompok usia muda.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memperkuat upaya pencegahan terorisme, khususnya melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang menjadi mitra strategis BNPT di daerah.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Periode Triwulan Ketiga Tahun Anggaran 2026 di Jakarta pada Rabu (7/10/2026) mengatakan, perubahan pola penyebaran paham ekstremisme menuntut upaya pencegahan yang semakin adaptif. Anak dan remaja perlu mendapatkan perlindungan tidak hanya dari lingkungan fisik, tetapi juga dari berbagai bentuk paparan negatif di ruang digital.

“Perkembangan terorisme ini semakin masif terhadap anak-anak di bawah umur. Mereka banyak tergabung ke dalam grup-grup di media sosial, ada juga melalui game online,” katanya.

Menurut Eddy, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena pencegahan paparan ekstremisme pada anak tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Orang tua, guru, satuan pendidikan, komunitas, serta lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun daya tangkal anak.

Dalam memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan, BNPT mendorong FKPT memperkuat intervensi melalui tiga aspek utama, yaitu literasi digital, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis atau critical thinking.

“Fokus intervensi FKPT adalah literasi digital, pendidikan karakter dan critical thinking. Outcome yang diharapkan adalah anak-anak dan remaja mampu mengenali dan menolak konten ekstremisme,” jelas Eddy.

Penguatan FKPT menjadi penting karena karakteristik ancaman dan kondisi sosial masyarakat di setiap daerah memiliki dinamika yang berbeda. Dengan kedekatan FKPT terhadap masyarakat, upaya edukasi dan pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih kontekstual serta menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian, termasuk anak dan remaja.

BNPT menegaskan, membangun ketahanan anak terhadap ekstremisme merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bergerak bersama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Melalui kolaborasi tersebut, pencegahan terorisme tidak hanya dilakukan ketika ancaman telah muncul, tetapi diperkuat sejak dini dengan membangun generasi yang kritis, berkarakter, toleran, dan mampu menggunakan ruang digital secara bijak.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

11 Proyek Hilirisasi Diluncurkan di IWIP, Investasi Kawasan Terus Diperluas

8 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Investasi IWIP Rp180 Triliun akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Baru

8 Oktober 2026 - 20:19 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Berikut 10 Poin Penting yang Perkuat Hak Pekerja

8 Oktober 2026 - 20:10 WIB

BRIN & Kementerian PANRB Kembangkan AI untuk Perencanaan Pemerintah

8 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Trending di NASIONAL