Martapura, Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga pesisir di Kecamatan Aluh-Aluh, Rabu (19/11/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur air menuju tiga desa yang kerap terdampak banjir rob, yaitu Desa Tanipah, Desa Bakambat, dan Desa Labat Muara.

Akses darat yang terbatas serta meningkatnya pasang air laut menjadi pertimbangan utama BPBD memilih jalur sungai agar bantuan dapat segera diterima warga. Meski medan di lapangan cukup menantang, tim memastikan logistik tersalurkan tepat sasaran.

Plt. Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan meningkat dalam pekan ini.

“BPBD bersama Anggota Dewan Banjar menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat di tiga desa tersebut, karena kita mendapatkan laporan bahwa dalam minggu-minggu ini akan terjadi banjir rob,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (20/11/2025).

Agus menambahkan, penyerahan logistik tidak hanya untuk antisipasi ke depan, tetapi juga membantu warga yang telah terdampak beberapa waktu lalu.

“Rob di Aluh-Aluh sudah terjadi beberapa hari lalu, jadi logistik ini juga sebagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.

Bantuan yang didistribusikan mencakup 54 dus mi instan, 1.262 kaleng ikan, dan 105 kilogram beras, untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama periode pasang tinggi berlangsung.

Kegiatan ini turut didampingi Anggota Komisi III DPRD Banjar, Muhammad Saidi, yang merupakan wakil rakyat dari dapil setempat. Kehadiran Saidi mendukung langkah BPBD sekaligus memastikan warga pesisir mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah daerah.

“Kami bersama BPBD menyalurkan bantuan bagi masyarakat untuk persiapan banjir rob, karena biasanya di bulan 11, 12, dan 1 itu air pasangnya tinggi. Informasi yang kami terima, perkiraan banjir rob minggu ini juga cukup tinggi,” ujar Saidi.

Bantuan ini diharap dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan legislatif hadir bukan hanya dalam pertemuan formal, tetapi juga saat masyarakat benar-benar membutuhkan dukungan.

Banjir rob di Aluh-Aluh umumnya terjadi antara pukul 23.00 hingga 03.00 WITA, dengan ketinggian air bervariasi. BPBD Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk tetap responsif dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version