Martapura, Ricek.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjar resmi meluncurkan program Guru Demokrasi pada Jumat (28/11/2025).
Program ini merupakan inisiatif strategis Bawaslu Banjar untuk meningkatkan pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula melalui pembentukan agen-agen demokrasi di lingkungan sekolah.
Acara peluncuran yang berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah Martapura tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Banjar, Muhammad Hafizh Ridha, didampingi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Muhaimin. Turut hadir pula Kepala Sekretariat Bawaslu Banjar, Ideham Khalik, Kasubag Pengawasan Edly Rofiqah, serta jajaran Bawaslu lainnya.
Dukungan dari institusi pendidikan tampak jelas dengan kehadiran perwakilan dari SMA Muhammadiyah Martapura, diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta para guru yang terpilih sebagai Guru Demokrasi dan seluruh siswa-siswi sekolah tersebut.
Tiga Tahap Strategis Program
Ketua Bawaslu Banjar, M Hafizh Ridha,
melalui Kasubag Pengawasan, Edly Rofiqah, mengatakan pembentukan Guru Demokrasi ini dirancang dalam tiga tahapan yang terstruktur. Hal ini sebagai komitmen jangka panjang Bawaslu Banjar.
Pertama, jangka pendek sebagai fase awal dan percontohan. Program ini difokuskan hanya pada satu sekolah sasaran, yaitu SMA Muhammadiyah Martapura.
“Empat guru terpilih dari bidang studi yang beragam—yakni Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), Pendidikan Agama, dan Bimbingan Konseling (BK)—ditetapkan sebagai Guru Demokrasi,” ujar Edly.
Bawaslu akan menggunakan modul yang telah disiapkan oleh Tim Efektif Bawaslu Banjar sebagai bahan ajar pendidikan politik bagi siswa.
Kemudian jangka menengah: Program direncanakan untuk diperluas ke tiga kecamatan lain, menyasar sekolah tingkat atas (SMA/SMK/sederajat).
“Jangka panjangnya, target utamanya adalah mencakup seluruh sekolah tingkat atas di semua kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar, tentu dengan penyesuaian ketersediaan anggaran daerah,” kata Edly lagi.
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Komitmen Bawaslu Banjar ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dikuatkan dalam bentuk Surat Dukungan dan MoU. Pihak-pihak yang memberikan dukungan tersebut antara lain: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Banjar, Pimpinan Bawaslu Provinsi Kalsel, dan tokoh masyarakat.
“MoU telah ditandatangani antara Bawaslu Banjar dengan Kadisdikbud Provinsi Kalsel dan Bupati Banjar, menandakan sinergi kuat antara lembaga pengawas, pemerintah daerah, dan sektor pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan berdemokrasi,” pungkas Edly.
Pewarta: Hendra Lianor
