Minggu, 15 Februari 2026

Banjarmasin, Ricek.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pasar Rakyat di halaman Kantor Gubernur, Banjarmasin, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah bersama organisasi perempuan dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar Rakyat tersebut melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), di antaranya Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja organisasi dalam menyambut Ramadan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.

“Melalui kolaborasi dengan dinas-dinas terkait, Bulog, serta UMKM binaan, kami melaksanakan pasar rakyat ini untuk membantu masyarakat karena biasanya menjelang Ramadan harga-harga cenderung mengalami kenaikan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga yang ditawarkan merupakan harga distributor langsung tanpa subsidi khusus. Namun demikian, tersedia sejumlah paket bahan pokok dengan harga lebih hemat, seperti paket senilai Rp92.000 yang dapat ditebus masyarakat seharga Rp50.000. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari dengan memadati lokasi kegiatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan sinergi perdana antara BKOW dan sejumlah SKPD dalam mendukung stabilisasi harga menjelang Ramadan.

“Tujuannya adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat, apalagi menjelang Ramadan beberapa harga bahan pokok mengalami fluktuasi. Komoditas yang cukup dominan mengalami kenaikan saat ini adalah ayam ras dan cabai,” jelasnya.

Ia memaparkan, harga ayam ras yang sebelumnya berkisar Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya harga pakan yang berdampak pada biaya produksi peternak.

Selain itu, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan hingga di atas Rp40.000 per kilogram akibat berkurangnya pasokan karena sejumlah lahan terdampak genangan air. Dinas Perdagangan bersama tim pengawasan dan aparat kepolisian terus melakukan pemantauan guna mencegah praktik penimbunan bahan pokok.

“Kami berharap pelaku usaha tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menimbun barang. Ada aturan yang mengatur hal tersebut. Masyarakat juga kami imbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak panik,” tegasnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi, memastikan ketersediaan daging ayam ras dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dan surplus.

“Harga telur ayam ras di tingkat produksi saat ini berkisar Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras hidup di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Dari sisi ketersediaan, Kalimantan Selatan surplus dan bahkan mampu memasok ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lonjakan permintaan umumnya terjadi pada awal Ramadan dan menjelang Idulfitri. Namun demikian, pihaknya memastikan produksi dalam kondisi stabil sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Melalui sinergi antara BKOW dan pemerintah daerah, Pasar Rakyat ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version