Banjarbaru, Ricek.ID – Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi datang lebih awal dengan karakteristik lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi informasi prediksi musim kemarau tahun 2026 Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar secara virtual, Kamis (2/4/2026).
Klaus menjelaskan, secara nasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi awal musim kemarau, namun waktu awal musim di setiap daerah berbeda.
“Di Kalimantan Selatan, sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau pada April dan sebagian lainnya pada Mei,” ujarnya.
Ia menekankan, informasi prediksi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan serta kebijakan menghadapi musim kemarau.
“Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait, terutama dalam menetapkan rencana menghadapi periode musim kemarau,” katanya.
Klaus juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak, seperti kekeringan, keterbatasan sumber daya air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi selama musim kemarau.
Selain itu, BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan akan terus menyampaikan informasi perkembangan kondisi iklim secara lebih rinci melalui narasumber teknis.
Ia pun mengajak seluruh unsur terkait dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026.
“Melalui informasi ini, kita semua diharapkan dapat melakukan mitigasi sejak dini terhadap dampak musim kemarau,” tutupnya.
