Bupati Banjar H Saidi Mansyur merespons keluhan petani yang gagal panen bertahun – tahun di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Setidaknya 10 desa yang lahan sawahnya banjir dalam kurun delapan tahun terakhir.
“Nanti kita cek lagi. Wilayah kita memang rentan hujan, apalagi di bulan tertentu, dalam satu tahun ada dua kali curah hujan yang sangat tinggi, maka rendaman air pun pasti terjadi,” ujar Bupati Saidi Mansyur saat ditemui usai kegiatan Temu Petani Milenial di Aula BKPSDM Banjar, Selasa (2/7/2024).
Bupati melanjutkan, perlu ada kajian-kajian lebih spesifik di sektor pertanian, termasuk infrastrukturnya, juga bantuan bibit
“Mudah mudahan ini bukan menjadi penghalang bagi kita untuk bertani di Kabupaten Banjar, karena memang ini sudah dirasakan bertahun tahun. Mohon doa, tentunya ini butuh solusi yang kolaboratif nantinya dari Dinas Pertanian, BMKG, atau sebagainya,” jelas Saidi.
Dalam bertani, kata Saidi lagi, harus dalam perencanaan. “Kita bertani ini jangan asal asalan, (harus) melihat momen momen tertentu,” tutur Saidi.
“Bahkan kita melihat beberapa wilayah sudah bekerja sama dengan BPS, bertani dengan pro iklim, jadi kita melihat bukan hanya cuaca, tapi iklim – iklim pertahun,” sambungnya.
Saidi berharap Pemkab Banjar mendapat solusi terbaik untuk daerah yang rawan banjir. “Bukan hanya Martapura Timur saja, juga Martapura barat, bahkan mungkin sampai daerah Gambut,” pungkasnya.
Senada, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita mengatakan bahwa gagal panen akibat perubahan iklim cuaca yang ekstrim. Ia mencontohkan, seperti saat ini musim kemarau namun sering turun hujan.
“Sudah ada kerja sama dengan BMKG dengan petani agar bercocok tanam sesuai iklim,” ungkap Warsita.
Selain persoalan cuaca, ia akui sistem pengairan juga kurang optimal. “Dari dinas terkait juga harus ikut memperhatikan ini,” ujar Warsita.
Sebelumnya, Kepala Desa Mekar Kastalani mengatakan 10 desa terdampak gagal panen dalam 8 tahun terakhir akibat sistem pengairan tidak optimal.
10 desa tersebut yaitu Desa Mekar, Pematang Baru, Melayu Ulu, Melayu Tengah, Melayu Ilir, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, dan Tambak Anyar Ulu.
