Ricek.ID – Memilih ikan segar menjadi langkah penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tetap lezat, bergizi, dan aman bagi kesehatan. Tidak semua ikan yang dijual di pasar berada dalam kondisi terbaik, sehingga diperlukan ketelitian agar tidak salah memilih.
Kesegaran ikan tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga berkaitan dengan keamanan pangan. Ikan yang terlihat menarik dari luar belum tentu layak dikonsumsi jika bagian dalamnya telah mengalami pembusukan. Selain menurunkan kualitas, ikan yang tidak segar juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk keracunan makanan.
Ada beberapa ciri yang dapat dikenali untuk memastikan ikan masih segar. Mata ikan umumnya jernih, bening, dan sedikit menonjol, bukan keruh atau cekung. Insang berwarna merah terang dan tampak bersih juga menjadi indikator penting, berbeda dengan insang yang pucat atau kecokelatan yang menandakan penurunan kualitas.
Dari sisi tekstur, daging ikan segar terasa kenyal dan elastis, serta kembali ke bentuk semula setelah ditekan. Sisiknya menempel kuat di kulit dan tidak mudah rontok, dengan permukaan yang terasa licin alami. Aroma ikan segar pun cenderung lembut dan tidak menyengat, berbeda dengan bau asam atau tajam yang menandakan pembusukan.
Selain itu, kondisi perut ikan juga perlu diperhatikan. Ikan segar memiliki perut yang utuh dan tidak mengeluarkan cairan berbau, sedangkan ikan yang sudah tidak layak konsumsi biasanya memiliki perut lembek atau mudah pecah.
Selain mengenali ciri fisik, pemilihan tempat membeli juga berpengaruh. Pilih penjual yang menjaga kebersihan serta menyimpan ikan dalam kondisi dingin atau menggunakan es. Hindari membeli ikan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang karena kualitasnya cepat menurun.
Setelah membeli, ikan sebaiknya segera dibersihkan dan dimasak agar kesegaran serta kandungan gizinya tetap terjaga. Dengan menerapkan cara yang tepat, Anda tidak hanya mendapatkan bahan makanan berkualitas, tetapi juga melindungi kesehatan keluarga.
Jika menemukan tanda-tanda ikan tidak segar, sebaiknya hindari untuk mengonsumsinya. Bila ragu, konsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan keamanan sebelum dikonsumsi.
Sumber:Alodokter
