Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) mengikuti launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
Berlangsung di Gedung BSSN RI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/8/2024). Launching CSIRT dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI ini sebagai upaya memperkuat dan menjaga ketahanan dan keamanan siber nasional.
Launching CSIRT ini sudah yang ketika di tahun 2024 pada sektor pemerintahan dan pembangunan manusia. Kali ini 18 CSIRT yang diluncurkan, salah satunya Kabupaten Banjar.
Peluncuran ditandai dengan penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) dan plakat oleh Kepala BSSN, Hinsa Siburian.
Hinsa Siburian menyampaikan bahwa saat ini kehidupan tidak hanya ada di darat, laut, dan udara saja. Namun juga ada dunia siber, dimana pada dunia siber itu terdapat peluang kesejahteraan, tapi juga terdapat potensi ancaman yang dapat merugikan.
Lalu, bagaimana mengamankan ruang siber itu mengingat ada ancaman yang nyata-nyata akhir-akhir ini marak terjadi. “Negara hadir dengan membentuk BSSN, kemudian BSSN sedang dalam proses membangun pasukan siber yang kita sebut CSIRT atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS),” kata Hinsa.
“CSIRT dibentuk untuk mencegah, menangani, dan memulihkan insiden siber dalam organisasi,” sambung Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat tahun 2017 itu.
Ia menegaskan, dengan kerja sama dan kolaborasi akan memberikan berbagai peningkatan layanan. Di antaranya pemberian peringatan insiden keamanan siber, tanggap insiden siber, forensik digital, dan pemberitahuan imbauan keamanan.
Kepala DKISP Kabupaten Banjar HM Aidil Basith mengatakan, bahwa pembentukan CSIRT tersebut sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan cepat apabila terjadi kejahatan siber.
“Pekerjaan pemerintah selalu berhubungan dengan digitalisasi, untuk itu perlu rasa aman dalam menjaga seluruh aktivitas digitalnya, khususnya pada sistem elektronik milik Pemerintah Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Basith berharap akan terbentuk kolaborasi yang lebih kuat antara instansi vertikal dan horizontal dalam penanganan insiden siber.
“Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan dengan baik, tentunya perlu kolaborasi dengan Instasi-instansi lainnya,” harapnya.
